Tiga Bupati Aceh Angkat Tangan Atasi Banjir dan Tanah Longsor Dahsyat, Minta Bantuan Pemprov
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 53

Aceh,PAStime News, — Tiga Bupati di Aceh Nyatakan Tak Mampu Tangani Darurat Bencana
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam beberapa hari terakhir membuat tiga kepala daerah menyatakan tidak mampu menangani kondisi darurat tersebut. Ketiga bupati yang menyampaikan permintaan bantuan kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat adalah Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, dan Bupati Aceh Tengah Haili Yoga.
Akses Terputus, Penanganan di Kabupaten Terhambat
Pangan harus diangkut dari luar dengan pesawat sehingga bantuan wajib disalurkan oleh pemerintah provinsi atau pusat. Situasi ini mendapat perhatian langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang menegaskan bahwa kondisi di lapangan memang berada di luar kapasitas pemerintah kabupaten.
“Memang tidak akan sanggup. Bagaimana mau sanggup kalau aksesnya sendiri tertutup? Contohnya di Aceh Tengah, akses darat terputus total,” ujar Mendagri Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat.
Kebutuhan Bantuan Udara untuk Pangan dan Logistik
Tito menjelaskan bahwa Provinsi Aceh saat ini membutuhkan dukungan pangan dan logistik yang harus di kirim lewat udara karena jalur transportasi darat sudah tidak dapat di lalui. Kabupaten terdampak juga tidak memiliki sarana udara sendiri sehingga membutuhkan bantuan pemerintah provinsi dan pusat.
Pangan harus di angkut dari luar dengan pesawat sehingga bantuan wajib di salurkan oleh pemerintah provinsi atau pusat.
Pemerintah Pusat Ambil Alih Distribusi Bantuan
Pemerintah pusat, lanjut Tito, akan mengambil alih proses distribusi bantuan udara dari Jakarta dan Medan. Ia menegaskan bahwa keputusan para bupati yang menyatakan ketidakmampuan bukanlah bentuk kelemahan, tetapi cerminan kondisi lapangan yang benar-benar tidak memungkinkan.
“Mobilisasi alat berat untuk memperbaiki jembatan dan jalan tidak bisa di lakukan. Jalur dari utara dan selatan semuanya putus. Kondisinya memang tidak mungkin di tangani oleh kabupaten,” ungkapnya.
Data Terbaru BNPB: Ratusan Korban di Tiga Provinsi
Sementara itu, data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (30/11/2025) menunjukkan dampak bencana yang sangat besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total 442 orang meninggal dunia, 402 orang hilang, dan 646 orang luka-luka.
Rinciannya:
Sumatera Utara: 217 meninggal, 209 hilang
Sumatera Barat: 129 meninggal, 118 hilang
Aceh: 96 meninggal, 75 hilang
Komitmen Pemerintah Pusat Mempercepat Penanganan
Pemerintah pusat menegaskan komitmennya mempercepat penanganan bencana melalui distribusi logistik, koordinasi teknis, dan pengerahan alat berat saat akses memungkinkan.
- Penulis: Husni
