Lapas Tangerang Hadirkan Perpustakaan Keliling: Program Literasi Viral yang Bikin Warga Binaan Makin Melek Ilmu!
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 20

PAStime News, TANGERANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang kembali menghadirkan inovasi layanan pembinaan melalui program Perpustakaan Keliling, bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang. Kegiatan yang berlangsung di area samping Masjid Baitussalam Lapas ini disambut antusias oleh Warga Binaan yang berkesempatan mengakses berbagai koleksi buku secara langsung.
Mengusung tema “Membangun Semangat Literasi: Kolaborasi Perpustakaan Keliling DPAD Kota Tangerang dan Lapas Kelas I Tangerang”, program ini menyediakan beragam pilihan bacaan, mulai dari buku pengetahuan umum, keagamaan, keterampilan praktis, motivasi, hingga literatur pengembangan diri. Warga Binaan dapat bebas memilih buku sesuai minat mereka, sekaligus berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai materi bacaan.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas I Tangerang, Yudhistira Putra, menegaskan bahwa layanan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan.
“Kedatangan Perpustakaan Keliling DPAD Kota Tangerang adalah wujud nyata kolaborasi yang kami bangun untuk meningkatkan literasi Warga Binaan. Melalui bahan bacaan yang variatif, kami berharap mereka mendapatkan akses informasi yang mendukung proses pembinaan di dalam Lapas,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan DPAD Kota Tangerang, Shandra Maulana.
“Perpustakaan Keliling merupakan upaya kami memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan Pemasyarakatan. Semoga koleksi yang kami hadirkan dapat menjadi pemantik semangat membaca sekaligus mendukung pembentukan karakter,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan berinisial ED mengaku merasakan manfaat langsung dari kegiatan ini.
“Kehadiran perpustakaan keliling membuat kami semakin bersemangat belajar. Koleksi bukunya membantu menambah wawasan, pengetahuan, dan membuka cara pandang baru bagi kami,” ungkapnya.
Lapas Kelas I Tangerang berencana menjadikan program ini sebagai kegiatan rutin setiap pekan, sekaligus memperluas variasi buku sesuai kebutuhan pembinaan. Langkah ini sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden, khususnya mengenai peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan karakter melalui pemerataan akses literasi.
Dengan keberlanjutan program ini, Lapas berharap budaya literasi dapat semakin mengakar di kalangan Warga Binaan, menjadi pilar pembinaan efektif, dan mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat dengan kompetensi, karakter, dan pola pikir yang lebih baik.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
