BP3OKP dan Kemendikdasmen Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

BP3OKP dan Kemendikdasmen Dorong Percepatan Pelindungan Bahasa Daerah Papua (Dok. Istimewa)
PAPUA, PAStime News – Tanah Papua menjadi wilayah dengan keberagaman bahasa daerah terbanyak di Indonesia.
Selain itu, Papua memiliki 428 bahasa daerah dari total sekitar 718 bahasa nasional.
Dengan demikian, Papua memegang peran strategis dalam pelestarian bahasa daerah nasional.
Namun demikian, sebagian bahasa daerah Papua telah teridentifikasi terancam punah.
Oleh karena itu, pelindungan bahasa daerah menjadi kebutuhan yang mendesak dan mutlak.
Selain menjaga identitas, bahasa menyimpan pengetahuan lokal dan jati diri masyarakat Papua.
Penguatan Kolaborasi Pusat dan Daerah dalam Pelindungan Bahasa Daerah Papua Menjadi Langkah Strategis Nasional untuk Menjaga Identitas, Pengetahuan Lokal, dan Keberlanjutan Budaya Masyarakat Secara Berkelanjutan
Menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen memperkuat kolaborasi lintas sektor secara terencana.
Melalui Badan Bahasa, kementerian bersinergi dengan BP3OKP dan pemerintah daerah.
Dengan demikian, pelindungan bahasa dan sastra daerah dipercepat secara berkelanjutan.
Sebagai langkah awal, Pra-Rapat Koordinasi Teknis digelar pada 18–20 Desember 2025 di Sorong.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, tokoh adat, akademisi, dan pendidik.
Oleh sebab itu, forum ini memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan.
Selanjutnya, forum membahas integrasi pelindungan bahasa daerah dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dengan demikian, kebijakan daerah dapat selaras dengan agenda nasional pelestarian bahasa.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan pentingnya kerja bersama lintas sektor.
“Badan Bahasa tidak bisa bekerja sendiri.
Pelindungan bahasa daerah membutuhkan sinergi pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan Papua,”
tegas Hafidz Muksin.
Selanjutnya, Hafidz menekankan kolaborasi dengan BP3OKP sebagai strategi utama pelindungan bahasa.
Selain itu, kerja sama ini mendorong penyusunan regulasi dan program pelindungan bahasa Papua.
Kemudian, Badan Bahasa merancang program penyusunan kamus bahasa daerah.
Selain itu, kementerian menyiapkan buku cerita anak dwibahasa.
Dengan demikian, anak menguasai bahasa Indonesia tanpa kehilangan identitas kebahasaan.
- Penulis: Husni
