Kolaborasi Ditjenpas dan YPWBP Cahaya Kasih, Warga Binaan Nasrani Lapas Kelas I Madiun Ikuti Ibadah Natal Online
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 14

Foto : Humas Lapas Madiun
PAStime News, MADIUN – Dalam rangka penguatan pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan kerohanian, Warga Binaan Nasrani di Lapas Kelas I Madiun mengikuti kegiatan Ibadah Natal secara daring. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan YPWBP Cahaya Kasih, yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting.
Ibadah Natal Online tersebut dilaksanakan pada momentum perayaan Natal sebagai bagian dari program pembinaan narapidana yang berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh WBP Nasrani dengan penuh khidmat dari dalam lapas, didampingi oleh petugas pemasyarakatan yang bertugas. Pelaksanaan ibadah secara daring dipilih sebagai bentuk adaptasi dan optimalisasi pelayanan rohani di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan Pembinaan Agama Kristen ini dipimpin oleh Pdt. Daniel Alexander dengan mengusung tema “Tuhan Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga”. Dalam khotbahnya, Pdt. Daniel menekankan pentingnya iman, pengharapan, serta peran keluarga sebagai sumber kekuatan utama dalam menjalani proses pembinaan dan perubahan diri bagi para WBP.
Turut hadir secara daring Mashudi, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, yang memberikan dukungan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Dirjenpas menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan pilar penting dalam sistem pemasyarakatan untuk membentuk karakter WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik dan siap kembali ke tengah masyarakat. “Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan. Melalui ibadah Natal ini, kami berharap Warga Binaan dapat memperkuat iman, memperbaiki diri, serta menjadikan keluarga sebagai sumber motivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, Ditjenpas bersama YPWBP Cahaya Kasih berharap nilai-nilai Natal dapat memberikan kedamaian, harapan, dan semangat baru bagi WBP Nasrani. Selain itu, ibadah ini diharapkan mampu memperkuat ikatan spiritual dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keluarga sebagai motivasi utama dalam menjalani masa pidana serta proses reintegrasi sosial ke depan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
