Dari Kearifan Lokal Menuju Kemandirian, Warga Binaan Lapas Kotabaru Produksi Tas Sasirangan Bernilai Ekonomi
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 12

Dari Kearifan Lokal Menuju Kemandirian, Warga Binaan Lapas Kotabaru Produksi Tas Sasirangan Bernilai Ekonomi
KOTABARU,PAStime News –
Program pembinaan kemandirian berbasis UMKM di Lapas Kotabaru menguatkan keterampilan Warga Binaan, melestarikan budaya sasirangan, serta mendukung akselerasi ekonomi produktif berkelanjutan
Sebagai langkah berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Kotabaru mengembangkan produksi tas sasirangan.
Selain itu, kegiatan ini mendorong kreativitas Warga Binaan secara produktif.
Dengan demikian, program mendukung 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Selanjutnya, Warga Binaan memproduksi tas dengan pendampingan petugas pembinaan.
Kemudian, berbagai produk dihasilkan dengan motif sasirangan khas daerah.
Oleh karena itu, produk menegaskan identitas budaya Kalimantan Selatan.
Lebih lanjut, jenis produk meliputi tote bag, tas selempang, tas tangan, dan pouch.
Selain itu, Warga Binaan juga memproduksi tas serut bernilai guna.
Dengan begitu, variasi produk memperluas peluang pasar UMKM.
Kepala Lapas Kotabaru Doni Handriansyah menilai pembinaan memberi manfaat ganda.
“Pembinaan kemandirian harus memberi nilai tambah melalui keterampilan dan proses kerja produktif bernilai ekonomi.”
Selanjutnya, Doni menegaskan dampak langsung bagi Warga Binaan dan institusi.
“Produk memberikan premi bagi Warga Binaan sekaligus berkontribusi pada PNBP secara berkelanjutan.”
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini melestarikan budaya lokal sasirangan.
Dengan demikian, pembinaan memperkuat identitas budaya melalui produk fungsional.
Oleh karena itu, keterampilan menjadi bekal usaha pascapembinaan.
Sementara itu, salah satu Warga Binaan menyampaikan motivasi mengikuti program.
“Kami lebih percaya diri menghasilkan produk bernilai dan memperoleh keterampilan sebagai modal usaha.”
Akhirnya, Lapas Kotabaru konsisten mendukung pemasyarakatan produktif.
Selain itu, program berorientasi pemberdayaan dan reintegrasi sosial.
Dengan demikian, pembinaan UMKM berjalan berkelanjutan dan berdampak nyata.
- Penulis: Husni
