Pastikan Lapas Bersih Narkoba, Petugas dan Warga Binaan Lapas Takalar Jalani Tes Urine
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 8

Foto : Humas Lapas Kelas IIB Takalar
PAStime News, TAKALAR – Puluhan petugas dan Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar jalani tes urine, Rabu (7/1). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus komitmen memberantas peredaran narkoba di dalam lingkungan Lapas.
Kepala Subseksi Keamanan Lapas Takalar, Amir, menjelaskan bahwa tes urine dilakukan secara acak terhadap petugas dan Warga Binaan. Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melalui Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Selatan.
“Sebanyak 16 petugas dan 16 Warga Binaan kami periksa secara acak. Ini merupakan langkah pengawasan internal untuk memastikan Lapas tetap bersih dari narkoba,” ujar Amir.
Ia menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada Warga Binaan yang terindikasi positif narkoba. Menurutnya, hasil ini mencerminkan komitmen Lapas Takalar dalam menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang bebas dari barang terlarang.
“Tes urine ini rutin kami lakukan, baik kepada Warga Binaan maupun petugas. Selain itu, kami juga secara berkala melaksanakan sidak sebagai langkah deteksi dini masuknya barang terlarang,” tambahnya.
Kepala Lapas Takalar, Mansur, menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine secara berkala merupakan bagian penting dalam menjaga Lapas tetap bersih dari peredaran narkotika.
“Kegiatan ini penting sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memberantas peredaran narkoba di Lapas dan Rutan,” jelas Mansur.
Menurutnya, keberadaan narkoba di dalam Lapas dapat mengganggu seluruh proses pembinaan yang telah dirancang.
“Narkoba akan merusak proses pembinaan. Kami ingin Warga Binaan benar-benar memanfaatkan masa pidana untuk mengikuti kegiatan positif, sehingga proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial dapat berjalan optimal,” tandasnya.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
