Wamenekraf Irene Umar: Teater Musikal Indonesia Siap Go Global dan Bersaing di Panggung Dunia
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 37

Ilustrasi teater musikal Rodgers & Hammerstein’s Cinderella yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Kamis (15/1/2026). Kemenekraf
PAStime News, JAKARTA – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa teater musikal Indonesia memiliki kualitas yang layak dibanggakan dan berpotensi bersaing di tingkat global. Hal tersebut disampaikan usai menyaksikan pementasan teater musikal Rodgers & Hammerstein’s Cinderella di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (15/1).
Irene menilai, seni pertunjukan teater musikal di Indonesia telah menunjukkan standar internasional, baik dari sisi artistik, musikalitas, hingga tata panggung. Menurutnya, karya-karya tersebut perlu terus disebarluaskan agar dikenal lebih luas oleh masyarakat dunia sebagai bagian dari kekuatan ekonomi kreatif nasional.
“Teater musikal di Indonesia perlu banyak disebarluaskan ke seluruh dunia bahwa kita memiliki seni pertunjukan yang bisa dibanggakan. Gunakan media sosial yang kita punya untuk terus mendukung mereka supaya semakin banyak yang menonton,” ujar Irene dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.
Lebih lanjut, Irene mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam produksi yang digarap oleh komunitas Center Stage Community (Censtacom). Ia menilai hal tersebut mencerminkan besarnya potensi subsektor seni pertunjukan dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kreativitas, inovasi, dan regenerasi talenta.
Pertunjukan Rodgers & Hammerstein’s Cinderella merupakan adaptasi musikal dari dongeng klasik karya Rodgers dan Hammerstein yang disutradarai oleh Josephine Angelica. Pementasan ini dijadwalkan berlangsung sebanyak tujuh kali, mulai 15 hingga 18 Januari 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Censtacom sendiri merupakan komunitas teater musikal berbasis di Jakarta yang berdiri sejak 2019 dan telah memproduksi sekitar 20 pementasan, termasuk adaptasi musikal Broadway seperti Little Women dan Sister Act. Seluruh pemain dan tim produksi dipilih melalui proses audisi terbuka serta menjalani proses kreatif selama kurang lebih sembilan bulan.
Executive Producer Rodgers & Hammerstein’s Cinderella, Bobby Wijaya, menyampaikan bahwa pertunjukan ini dihadirkan dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai universal, seperti keberanian untuk bermimpi, ketulusan, dan harapan. Ia juga berharap dukungan pemerintah terhadap komunitas kreatif dapat terus diperkuat agar ekosistem seni pertunjukan semakin berkembang.
“Generasi muda yang punya potensi dan kemampuan bisa terus digali dalam komunitas yang sehat dan banyak kegiatan positif,” kata Bobby.
Selain pertunjukan utama, pementasan ini turut diramaikan dengan berbagai aktivitas pendukung, seperti penjualan merchandise, kuliner UMKM, serta area photobooth yang dapat dinikmati pengunjung di sekitar lokasi. Kehadiran rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperluas pengalaman penonton sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
