Lapas Pemuda Madiun Gelar Mobile VCT dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Perkuat Layanan dan Deteksi Dini Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 30

Lapas Pemuda Madiun Gelar Mobile VCT dan Pemeriksaan Kesehatan untuk Perkuat Layanan dan Deteksi Dini Warga Binaan (Dok. Istimewa)
MADIUN, Pastime News – Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun mengadakan layanan Mobile VCT dan pemeriksaan kesehatan, Selasa (20/1).
Kegiatan ini di lakukan secara bersama-sama dengan Dinas Kesehatan Kota Madiun dan Puskesmas Ngegong.
Melalui sinergi lintas sektor bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Ngegong, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menghadirkan Mobile VCT serta pemeriksaan kesehatan berkelanjutan guna memastikan pemenuhan hak dasar, deteksi dini penyakit, dan pembinaan yang humanis.
Selain itu, program ini menunjukkan komitmen Lapas dalam memenuhi kebutuhan kesehatan Warga Binaan secara maksimal.
Dengan demikian, upaya mendeteksi dini penyakit menular dan tidak menular dapat berjalan lebih efektif.
Adapun jenis pemeriksaan yang di lakukan mencakup tes HIV, Hepatitis C, kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah.
Semua layanan di adakan secara terstruktur dan berfokus pada pencegahan.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang telah terbangun.
“Kegiatan ini membuktikan adanya sinergi nyata dalam mendukung pembinaan Warga Binaan,” tegas Wahyu.
Di sisi lain, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik, Setyawan Endiyanto, menekankan pentingnya pemenuhan hak dasar Warga Binaan.
“Kesehatan adalah hak setiap Warga Binaan,” jelas Setyawan.
“Melalui layanan ini, kami memastikan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.”
Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Madiun, Tri Wahyuning Novitasari, juga menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut.
“Mobile VCT membantu memantau kondisi kesehatan Warga Binaan secara menyeluruh,” ujarnya.
“Jika ada indikasi penyakit, kami akan segera menindaklanjuti.”
Selanjutnya, panitia menjadwalkan pemeriksaan selama empat hari secara bertahap.
Pembagian peserta di lakukan untuk menjaga ketertiban serta efektivitas layanan.
Pada hari pertama, sebanyak 200 Warga Binaan mengikuti rangkaian pemeriksaan.
Pelaksanaan berlangsung aman, tertib, dan terkontrol.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun mendorong kesadaran pentingnya menjaga kesehatan.
Akhirnya, Warga Binaan menjalani pembinaan dengan kondisi fisik yang baik dan berkelanjutan.
- Penulis: Husni
