Lapas Tolitoli dan Kemenag Kab. Tolitoli Perkuat Pembinaan Keagamaan Warga Binaan
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 23

Foto : Humas Lapas Kelas IIB Tolitoli
PAStime News, TOLITOLI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tolitoli jalin kerja sama strategis dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penguatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan, Selasa (20/1). PKS ditandatangani langsung oleh Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tolitoli.
Mansur menyampaikan kerja sama ini merupakan komitmen Lapas Tolitoli dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian, khususnya pembinaan keagamaan, mental, dan spiritual bagi Warga Binaan. “Melalui sinergi dengan Kemenag Kabupaten Tolitoli, diharapkan pembinaan keagamaan dilaksanakan secara lebih terstruktur, berkelanjutan, dan sesuai kebutuhan Warga Binaan,” harapnya.
Mewakili Kemenag Kabupaten Tolitoli, Makmur Muhammad Arief menyatakan apresiasinya atas inisiatif Lapas Tolitoli. Ia menegaskan Kemenag siap memberikan pendampingan maksimal melalui para penyuluh agama.
“Kami sangat mendukung penuh langkah kolaboratif ini. Tugas membina umat, termasuk saudara-saudara kita yang sedang menjalani masa pidana di Lapas, adalah tanggung jawab bersama. Melalui tenaga penyuluh agama yang kami miliki, kami berkomitmen memberikan bimbingan rohani yang intensif agar Warga Binaan memiliki bekal spiritual yang kuat untuk memperbaiki diri dan menjadi insan bertakwa,” tegas Arief.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Feldianto, menekankan pentingnya peran pendampingan ahli dari Kemenag dalam mendukung program harian di Lapas. Menurutnya, aspek spiritual adalah fondasi utama sebelum Warga Binaan menerima pembinaan kemandirian atau keterampilan.
“Kami siap mengawal teknis pelaksanaan PKS ini di lapangan. Dengan adanya tenaga penyuluh agama profesional dari Kemenag, kami yakin kualitas perubahan perilaku Warga Binaan akan lebih terukur. Pembinaan mental yang kuat akan membuat mereka lebih disiplin dan tekun dalam mengikuti program pembinaan ke depannya,” tegas Feldianto.
Sebagai informasi, ruang lingkup kerja sama ini meliputi dukungan penyediaan pembimbing/penyuluh keagamaan, pelaksanaan kegiatan ibadah rutin dan pembinaan rohani tematik, peningkatan kualitas pelayanan pembinaan kepribadian, dan evaluasi berkala terhadap perkembangan perilaku Warga Binaan. Dengan adanya PKS ini, diharapkan pelaksanaan pembinaan keagamaan di Lapas Tolitoli memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter, peningkatan keimanan, serta kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
