Pemasyarakatan Tingkatkan Sinergi dan Kepedulian Sosial pada Rangkaian Hari Bakti Imigrasi Ke-76
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 43

Foto : Ditjenpas.go.id
PAStime News, TANGERANG – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) perkuat komitmen dalam pengabdian sosial dengan berpartisipasi aktif pada rangkaian peringatan Hari Bakti Imigrasi Ke-76 Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia, Tangerang, Selasa (20/1). Selain itu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus menjalankan visi kemanusiaan dalam setiap program sosialnya.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, bersama jajaran Pimpinan Tinggi Pratama Ditjenpas turut hadir langsung sebagai dukungan Pemasyarakatan terhadap program sosial dan lingkungan yang diinisiasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas). Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial, donor darah, penyerahan 20.000 bibit kelapa genjah hibrida kepada Pemerintah Kota Tangerang. Selain itu, ada juga penanaman bibit kelapa, serta penyaluran 5.000 paket sembilan bahan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini termasuk untuk warga terdampak banjir dan desa binaan. Sebagian lagi diberikan kepada yayasan sosial dan pondok pesantren di wilayah kerja Kantor Imigrasi Tangerang, Soekarno-Hatta, Serang, dan Cilegon. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan selalu mendukung gerakan sosial berbasis masyarakat ini.
Mashudi menyampaikan keterlibatan jajaran Pemasyarakatan dalam peringatan Hari Bakti Imigrasi merupakan wujud tanggung jawab sosial sebaga Aparatur Sipil Negara. Sinergi antara Imigrasi dan Pemasyarakatan menjadi kekuatan penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kemenimipas. Selain itu, Kemenimipas dinilai sebagai institusi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada solusi.

“Pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan Warga Binaan, tetapi juga memiliki kewajiban moral untuk hadir dan berkontribusi bagi masyarakat. Kegiatan ini memperkuat nilai kemanusiaan dan semangat pengabdian dalam pelayanan Pemasyarakatan,” ungkap Mashudi. Memang, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu prioritas utama.
Sebelumnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan Hari Bakti Imigrasi harus dimaknai sebagai momentum pengabdian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kegiatan sosial ini memiliki fungsi strategis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat di sekitar Kemenimipas,” ujarnya.
Menteri Agus juga menekankan bahwa penyerahan bibit kalapa menjadi kekuatan penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap Kemenimipas sebagai institusi yang profesional, humanis, dan berorientasi pada solusi. Kelapa merupakan bagian dari dukungan terhadap pembangunan berkelanjutan dan ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kelapa merupakan komoditas strategis yang bernilai ekonomi tinggi dan bermanfaat dalam jangka panjang,” tambah Menteri Agus. Pada kesempatan ini juga, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan dan ekonomi lokal.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama Keimigrasian dan Bina Perwakilan, Arif Munandar, dalam laporannya menyampaikan kegiatan sosial telah dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah dengan melibatkan jajaran Imigrasi serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan kehadiran Imigrasi dan Pemasyarakatan makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam membantu kelompok rentan, mendukung pemulihan pascabencana, serta mendorong pembangunan berkelanjutan untuk terus memperkuat peran sebagai pelayan masyarakat yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Dengan begitu, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan semakin relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
