Tinjau Lokasi Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Penguatan Hutan Lindung
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Tinjau Lokasi Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Penguatan Hutan Lindung dok:(Istimewa)
MAGELANG,PAStime News –
Kunjungan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah ke Lereng Gunung Slamet menegaskan pentingnya penguatan hutan lindung lintas kabupaten guna mencegah bencana hidrometeorologi berulang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau lokasi terparah banjir bandang Pemalang.
Kunjungan dilakukan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari.
Lokasi berada di Lereng Gunung Slamet.
Di lokasi, Taj Yasin melihat langsung kerusakan rumah warga.
Selain itu, rumah di bantaran Kali Penakir terdampak cukup parah.
Material kayu hanyut turut memperparah kerusakan bangunan.
Selanjutnya, Taj Yasin mengamati pohon-pohon tercabut di sekitar sungai.
Akar pohon terlihat masih segar setelah tergerus banjir.
Kondisi tersebut menunjukkan kuatnya arus banjir bandang.
“Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus,”
kata Taj Yasin di lokasi.
Selain itu, Taj Yasin mengingatkan riwayat kebakaran hutan tahun 2017.
Sisa material kebakaran diduga ikut terbawa arus banjir.
Oleh karena itu, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lanjutan.
Namun demikian, cuaca mendung menghambat pemantauan lapangan.
Penggunaan drone belum dapat dilakukan secara maksimal.
“Dalam waktu dekat kita lihat situasi, karena masih mendung dan gelap,”
ujarnya.
Melihat kondisi tersebut, Taj Yasin mendorong penguatan hutan lindung.
Ia akan mengusulkan penguatan tersebut kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, bencana ini menjadi momentum penting kolaborasi lintas daerah.
“Momen ini pas untuk menyatukan lima kabupaten memperkuat hutan lindung,”
jelasnya.
Hujan Ekstrem Sebabkan Sungai Meluap dan Rendam Permukiman Warga
Sementara itu, banjir melanda Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga.
Hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam.
Akibatnya, Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung meluap.
Selain merendam permukiman, banjir merusak infrastruktur desa.
Sebanyak 252 kepala keluarga terdampak langsung.
Total korban mencapai 911 jiwa.
Ratusan Kepala Keluarga Terdampak, Pemerintah Siapkan Titik Pengungsian
Selanjutnya, pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian warga.
Kantor Kecamatan Pulosari menampung 148 jiwa.
Gedung PC NU menampung 381 jiwa.
SDN 02 Penakir menampung 30 jiwa.
Dalam peristiwa ini, satu warga meninggal dunia.
Dua warga Desa Bongas masih dalam pencarian.
Selain itu, tujuh warga Desa Sima mengalami luka-luka.
Banjir juga merusak sejumlah jembatan vital.
>Jembatan Walim dan Beser terputus total.
>Jembatan Batursari di Sungai Comal mengalami kerusakan berat.
>Jembatan Sungai Reas dan jaringan perpipaan Desa Jurangmangu ikut rusak.
Kerusakan juga terjadi pada sektor perumahan warga.
Sebanyak delapan rumah hanyut terbawa arus. 18 rumah rusak berat.
Dan 24 rumah mengalami rusak sedang.
Sebagai respons cepat, Pemkab Pemalang menetapkan status tanggap darurat.
Status berlaku selama 14 hari hingga 6 Februari 2026.
Berbagai upaya penanganan langsung dilakukan.
Upaya tersebut meliputi evakuasi, posko logistik, dan dapur umum.
Selain itu, layanan kesehatan keliling terus disiagakan.
Penanganan infrastruktur di lakukan melalui pembersihan dan asesmen.
Dalam kunjungan tersebut, Taj Yasin menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Total bantuan mencapai Rp217.602.326.
Bantuan meliputi beras satu ton, kasur, tenda, selimut, dan logistik keluarga.
- Penulis: Husni
