Lapas Banyuwangi Perkuat Pembinaan Spiritual Melalui Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 20

Lapas Banyuwangi Perkuat Pembinaan Spiritual Melalui Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah (Dok. Istimewa)
BANYUWANGI, Pastime News – Lapas Kelas IIA Banyuwangi mengadakan perayaan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah, pada hari Sabtu (24/1). Kegiatan ini diadakan di lapangan blok hunian Griya Ulupampang, sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian terhadap Warga Binaan.
Peringatan Isra Mikraj di Lapas Kelas IIA Banyuwangi menjadi sarana pembinaan kepribadian untuk memperkuat spiritualitas dan perubahan perilaku Warga Binaan secara berkelanjutan
Banyak Warga Binaan hadir di lapangan dengan mengenakan pakaian untuk beribadah.
Suasana yang penuh semangat religius terasa begitu kuat, terutama saat selawat mulai menggema sebagai pembuka acara.
Seluruh Warga Binaan mengikuti acara tersebut dengan penuh konsentrasi dan rendah hati.
Mereka secara tertib dan dengan penuh keimanan menyampaikan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
Di sisi lain, Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan pentingnya peringatan Isra Mikraj.
Menurutnya, acara ini merupakan kesempatan strategis untuk memperkuat nilai spiritual Warga Binaan.
Lebih lanjut, ia berharap Warga Binaan dapat mengambil pelajaran dari peristiwa Isra Mikraj.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut mendorong terjadinya perubahan perilaku, menuju kehidupan yang lebih taat dan sadar untuk terus memperbaiki diri.
Pada inti acara, panitia mengundang ceramah agama dari Ustaz Ali Mahrus.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya sikap sabar dan bersyukur dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Selanjutnya, Ustaz Ali mengajak Warga Binaan untuk merenungkan setiap peristiwa dalam hidup secara bijaksana.
Menurutnya, setiap kejadian merupakan keputusan Tuhan yang penuh dengan hikmah.
Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan masa lalu tidak boleh membuat seseorang putus asa.
Sebaliknya, refleksi diri harus mendorong harapan dan perbaikan yang terus berkembang.
Setiap peristiwa dalam hidup memiliki hikmah yang bisa memperkuat iman.
Kesabaran dan rasa syukur merupakan kunci untuk membuka jalan menuju lebih banyak nikmat dari Allah SWT.
Pada akhirnya, Lapas Banyuwangi berharap pembinaan keagamaan ini mampu memperkuat mental dan sikap Warga Binaan.
Dengan demikian, mereka dapat menjalani masa pidana secara bermakna, serta siap kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
