Pembinaan Keagamaan Perkuat Karakter Warga Binaan Lapas Tolitoli Melalui Pembelajaran Tajwid Al-Qur’an
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 27

Pembinaan Keagamaan Perkuat Karakter Warga Binaan Lapas Tolitoli Melalui Pembelajaran Tajwid Al-Qur’an (Dok. Istimewa)
TOLITOLI, Pastime News – Warga binaan Muslim di Lapas Kelas IIB Tolitoli mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan di Masjid Darul Hisab, Selasa (27/1).
Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman tentang agama serta membentuk karakter yang lebih baik.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat aspek mental dan spiritual para warga binaan.
Pembinaan keagamaan Islam di Masjid Darul Hisab Lapas Kelas IIB Tolitoli menjadi langkah strategis membentuk karakter, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta mendukung reintegrasi sosial Warga Binaan secara berkelanjutan
Kegiatan ini di hadiri oleh Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama Kabupaten Tolitoli.
Penyuluh tersebut memberikan pembekalan ilmu tajwid secara terarah dan praktis.
Materi yang di sampaikan menekankan cara membaca Al-Qur’an dengan benar berdasarkan makhraj dan sifat hurufnya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama antara Lapas Tolitoli dengan Kemenag Tolitoli.
Sinergi ini mendukung pemenuhan hak pembinaan mental dan spiritual para warga binaan.
Oleh karena itu, pembinaan keagamaan terus di upayakan berjalan secara berkelanjutan.
Kepala Subseksi Registrasi, Syafruddin Basirun, menegaskan pentingnya kolaborasi antar instansi.
Menurutnya, dukungan dari Kemenag sangat membantu proses pembinaan kepribadian warga binaan.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung kesiapan mereka untuk reintegrasi ke masyarakat.
Di sisi lain, salah satu warga binaan, Yudi, menyampaikan rasa syukur atas pembinaan yang di terimanya.
Ia merasa manfaat pembelajaran tajwid membawa ketenangan dan meningkatkan motivasi diri.
Dengan demikian, kegiatan ini semakin mendorong semangat memperbaiki perilaku secara berkelanjutan.
Kepala Lapas Tolitoli, Mansur Yunus Gafur, menekankan peran penting pembinaan keagamaan.
Menurutnya, pendekatan berbasis agama menjadi fondasi utama dalam perubahan perilaku warga binaan.
Selain itu, nilai-nilai Al-Qur’an di harapkan dapat di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembinaan ini, Lapas Tolitoli terus berupaya meningkatkan keimanan warga binaan.
Selanjutnya, hubungan sosial antar sesama di harapkan semakin harmonis.
Pada akhirnya, kesadaran hidup positif akan terbentuk selama menjalani hukuman dan setelah kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
