Rutan Majene Gelar Kelas Belajar Aksara, Perkuat Literasi Dasar Warga Binaan dok:(Istimewa)
MAJENE,PAStime News – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Majene kembali melaksanakan program pembinaan kepribadian melalui kelas belajar aksara bagi Warga Binaan, Rabu (28/1). Kegiatan ini di fokuskan untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar bagi Warga Binaan yang belum mengenal huruf dan belum mampu membaca.
Kelas belajar aksara tersebut di pandu oleh peserta magang nasional Rutan Majene dan di ikuti oleh tiga orang Warga Binaan. Proses pembelajaran di rancang sederhana dan interaktif, di mulai dari pengenalan huruf, latihan menulis, hingga menyusun kalimat sederhana. Untuk mempermudah pemahaman, pembelajaran memanfaatkan media balok huruf sebagai sarana edukatif.
Kepala Rutan Majene, Christy Jozef Thenu, menjelaskan bahwa pembelajaran aksara merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian yang disesuaikan dengan kebutuhan Warga Binaan. Menurutnya, kemampuan membaca dan menulis menjadi bekal dasar yang sangat di perlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Program pembinaan literasi dasar ini dirancang untuk membekali Warga Binaan kemampuan membaca dan menulis sebagai modal kemandirian, adaptasi sosial, serta kesiapan reintegrasi ke masyarakat setelah masa pidana berakhir
“Pembelajaran aksara ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan. Dengan kemampuan membaca dan menulis, mereka di harapkan lebih siap menjalani kehidupan sosial serta beradaptasi setelah kembali ke masyarakat,” ujar Christy.
Ia juga mengapresiasi kreativitas peserta magang nasional yang menghadirkan media balok huruf sebagai metode pembelajaran. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, komunikatif, dan menyenangkan bagi Warga Binaan.
“Melalui pembinaan ini, peserta magang mendapatkan ruang untuk berinovasi dan berkreasi, sementara Warga Binaan memperoleh kemampuan membaca. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang Warga Binaan bernama Ucok menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti kelas belajar aksara. Ia menyadari bahwa kemampuan membaca merupakan modal penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Saya sangat bersyukur ada kegiatan seperti ini. Kemampuan membaca sangat di butuhkan, terutama dalam dunia kerja dan aktivitas ekonomi sehari-hari,” ungkapnya.
Melalui kegiatan kelas belajar aksara ini, Rutan Majene terus mendorong pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembentukan kepribadian, tetapi juga pada peningkatan literasi dasar. Program ini di harapkan menjadi bekal penting bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya guna di masa depan.