Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun Perkuat Pembinaan Rohani Kristen dan Katolik bagi Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun Perkuat Pembinaan Rohani Kristen dan Katolik bagi Warga Binaan
MADIUN,PAStime News – Melalui pembinaan rohani lintas denominasi yang berkelanjutan di Gereja Oikumene, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun menegaskan komitmen membentuk karakter, mental, serta kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan secara toleran dan humanis .
Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun terus memperkuat pembinaan kepribadian Warga Binaan.
Khususnya, pembinaan rohani di berikan tanpa membedakan latar belakang agama.
Sebagai wujud komitmen tersebut, pembinaan rohani Kristen dan Katolik kembali di laksanakan.
Kegiatan berlangsung di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun, Kamis, 29 Januari.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menegaskan pembinaan rohani sebagai program berkelanjutan.
Selain itu, pembinaan ini menjadi bagian penting pembentukan karakter Warga Binaan.
“Melalui pembinaan rohani ini, kami berharap Warga Binaan memiliki pegangan iman yang kuat.
Selain itu, ketenangan batin dan motivasi positif dapat terus tumbuh.
Pembinaan keagamaan menjadi fondasi pembentukan karakter dan mental Warga Binaan,” ujar Wahyu.
Selanjutnya, pembinaan rohani dilaksanakan bersama Yayasan Rise and Shine.
Dalam kegiatan tersebut, Pendeta Harun Nanang Sugiarno hadir sebagai pembina rohani.
Selain itu, Warga Binaan pemeluk Kristen dan Katolik mengikuti kegiatan dengan antusias.
Dengan demikian, suasana ibadah berlangsung khusyuk dan penuh ketenangan.
Pendeta Harun menyampaikan pesan rohani tentang iman dan pengharapan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perubahan hidup ke arah lebih baik.
“Tuhan selalu memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk berubah.
Oleh karena itu, jangan terpaku pada masa lalu.
Fokuslah pada pembaruan diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat,” pesan Pendeta Harun.
Melalui pembinaan ini, Lapas Pemuda Madiun berharap menciptakan lingkungan yang harmonis.
Selain itu, pembinaan mendukung toleransi dan kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan.
- Penulis: Husni
