Produk Warga Binaan Lapas Luwuk Tembus Etalase Daerah Lewat Galeri Pemasyarakatan Sulawesi Tengah
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 28

Produk Warga Binaan Lapas Luwuk Tembus Etalase Daerah Lewat Galeri Pemasyarakatan Sulawesi Tengah (Dok. Istimewa)
PALU, Pastime News – Produk unggulan hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIB Luwuk kembali menunjukkan keberadaannya di tingkat daerah.
Kali ini, tas dan peci bertanda nama Na’ Oko ikut hadir dalam acara peluncuran Galeri Pemasyarakatan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah.
Keikutsertaan Tas dan Peci Na’ Oko Karya Warga Binaan Lapas Kelas IIB Luwuk Menegaskan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian Berkelanjutan dan Penguatan Reintegrasi Sosial Ekonomi
Selanjutnya, Galeri Pemasyarakatan berperan sebagai toko display resmi yang menampilkan produk-produk terbaik dari Warga Binaan se-Sulawesi Tengah.
Berbagai jenis karya di hadirkan, mulai dari kerajinan tangan, fashion, hingga produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, tas dan peci Na’ Oko langsung menarik perhatian para pengunjung sejak awal peluncuran galeri tersebut.
Selain memiliki desain yang rapi, produk ini juga mewakili kearifan lokal yang khas serta memiliki nilai budaya yang tinggi.
Kemudian, Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, mengatakan partisipasi tersebut menunjukkan keberhasilan dari pembinaan yang berkelanjutan.
Produk Na’ Oko bukan hanya karya, tetapi juga simbol perubahan dan harapan.
Pelatihan yang terarah menunjukkan bahwa warga binaan berhasil membuat produk yang berkualitas dan bisa bersaing di pasar.
Lebih lanjut, Bahrun berharap karya tersebut bisa menjadi pintu untuk reintegrasi sosial dan ekonomi bagi para warga binaan.
Dengan demikian, pembinaan kemandirian memberikan dampak yang nyata setelah masa hukuman berakhir.
Di sisi lain, seorang warga binaan dengan inisial A mengungkapkan perasaan bangganya terhadap penayangan karya seninya.
Aku tidak pernah bayangkan karya ini akan dipajang di galeri resmi.
Kesempatan ini mendorong kami untuk terus bekerja keras dan berkembang lebih baik lagi.
Selanjutnya, ia menekankan bahwa keterampilan pelatihan merupakan bekal yang sangat penting untuk menghadapi kehidupan setelah bebas.
Oleh karena itu, pembinaan kemandirian di anggap memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, menegaskan peran strategis Galeri Pemasyarakatan.
Galeri ini memberikan kesempatan untuk mempromosikan dan memasarkan karya-karya dari Warga Binaan secara berkelanjutan.
Pemasyarakatan hadir membina, bukan semata-mata menghukum.
Akhirnya, partisipasi Lapas Luwuk di harapkan dapat memperkuat pemberdayaan warga binaan di Sulawesi Tengah.
Galeri juga mendorong terbentuknya pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, serta dapat di pertanggungjawabkan.
- Penulis: Husni
