Lapas Piru Kembangkan Kemandirian Warga Binaan Melalui Produksi Batako
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Sebagai bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Piru melibatkan Warga Binaan dalam produksi batako berkualitas. Dengan demikian, program ini juga mendukung pembangunan sarana sekaligus meningkatkan keterampilan kerja produktif.
PIRU, PAStime News — Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Piru tetap menumbuhkan kemandirian Warga Binaan. Selain itu, Lapas memberikan pelatihan yang meningkatkan kemampuan mereka untuk hidup mandiri dan produktif.
Selanjutnya, pada hari Sabtu (7/2), warga binaan secara aktif mengikuti kegiatan pembuatan batako yang pertama kali di adakan di Lapas Piru.
Produksi batako tersebut khususnya di gunakan untuk membangun tembok hanggar di Gedung Serbaguna Lapas Piru.
Setelah melewati tahap pemeriksaan kualitas, batako pertama dinyatakan memenuhi syarat dan langsung di gunakan untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Selain itu, kegiatan ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sarana, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran untuk mengembangkan keterampilan kerja yang berkelanjutan.
Dengan demikian, melalui bimbingan petugas, warga binaan belajar langsung cara mencampur bahan, mencetak, hingga mengeringkan batako.
Sementara itu, Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Piru, Ode Mustafa, menegaskan bahwa program tersebut memiliki orientasi yang bersifat jangka panjang.
Setelah melakukan uji kualitas dan evaluasi terhadap produksi, kami berharap batako ini kemudian bisa menerima pesanan dari masyarakat,” kata dia.
Di sisi lain, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Arifin Arif, memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan terkontrol.
Pengawasan langsung kami lakukan agar kegiatan berjalan sesuai prosedur dan tetap mengutamakan keamanan,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pembinaan yang terus di upayakan.
Langkah ini merupakan awal yang baik dalam meningkatkan keterampilan sekaligus membantu pengembangan fasilitas Lapas,” katanya.
Akhirnya, melalui program ini, Lapas Piru berharap para warga binaan dapat mengembangkan keterampilan, disiplin, serta semangat kerja yang berkelanjutan setelah mereka bebas.
- Penulis: Husni
