Rutan Marabahan Kembangkan Kemandirian Lewat Kerajinan Miniatur Kapal Bambu
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 22

Rutan Marabahan Kembangkan Kemandirian Lewat Kerajinan Miniatur Kapal Bambu (Dok. Istimewa)
Melalui pelatihan kreatif miniatur kapal berbahan bambu, Rutan Kelas IIB Marabahan secara berkelanjutan membangun keterampilan. Kegiatan ini juga menumbuhkan disiplin, tanggung jawab, serta kesiapan reintegrasi sosial Warga Binaan pascapidana.
MARABAHAN, PAStime News — Sebagai bagian dari strategi pembangunan, Rutan Kelas IIB Marabahan memperkuat kemandirian para Warga Binaan. Caranya adalah dengan memberikan pelatihan kreatif dalam membuat miniatur kapal menggunakan bahan berupa bilah bambu.
Selanjutnya, kegiatan ini di laksanakan secara bersamaan untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus membentuk sikap disiplin, teliti, dan konsisten dalam menjalankan proses kerja.
Dalam prosesnya, warga binaan di bimbing mulai dari pengolahan bambu, pemasangan rangka, hingga penyelesaian detail produk yang memiliki nilai jual.
Sementara itu, seluruh proses pembuatan di pantau oleh petugas yang berpengalaman, sehingga aktivitas berjalan dengan aman, nyaman, dan teratur.
Selain itu, program ini secara aktif memupuk rasa tanggung jawab. Program ini juga menanamkan ketekunan, serta semangat kerja sama di antara para peserta pelatihan.
Oleh karena itu, hasil kerajinan miniatur kapal menjadi produk yang sangat di minati di Rutan Marabahan, memiliki nilai ekonomi yang baik serta mendapatkan apresiasi dari masyarakat.
Kepala Lapas Marabahan, I Wayan Tapa Diambara, menjelaskan manfaat jangka panjang dari kegiatan tersebut.
Kami mendorong warga binaan agar terus berkarya dan mengembangkan potensi diri mereka,” kata dia, Jumat (6/2).
Selain itu, ia menjelaskan bahwa keterampilan tersebut memiliki nilai yang dapat bertahan setelah seseorang kembali ke masyarakat.
Kerajinan ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperoleh keterampilan yang bisa digunakan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, warga binaan dengan inisial MF juga berbagi pengalaman positif yang di alaminya selama mengikuti pelatihan kemandirian.
Di tempat ini, saya belajar menjadi lebih sabar, teliti, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan,” ujar MF.
Selain itu, MF merasa bahwa ruang kreativitas yang di berikan membantu meningkatkan semangat dalam mengembangkan diri.
Kami diberi kesempatan untuk berkreasi, dan hal itu membuat saya semakin termotivasi untuk mengasah keterampilan saya,” katanya.
Sehingga program pelatihan ini di harapkan bisa menjadi dasar yang kuat dalam membantu Warga Binaan untuk kembali ke masyarakat setelah masa hukuman mereka selesai.
- Penulis: Husni
