Lapas Sukamiskin Pamerkan Speedboat Karya Warga Binaan di Ajang Internasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 24

Lapas Sukamiskin Pamerkan Speedboat Karya Warga Binaan di Ajang Internasional (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, melalui Lapas Kelas I Sukamiskin, ikut serta dalam acara International Boat Gathering 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran.
Selanjutnya, kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 5 hingga 15 Februari 2026 dengan menampilkan speedboat dari bahan fiberglass yang merupakan karya dari Warga Binaan.
Lebih lanjut, partisipasi ini menjadi strategi pelatihan yang produktif, berorientasi pada penciptaan lapangan kerja serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
Produk yang menjadi unggulan dalam pameran tersebut adalah Kapal SB-6 atau dikenal juga sebagai Suka Boat dengan panjang enam meter.
Selanjutnya, kapal tersebut di produksi melalui program vokasional SUKAKAPAL yang berbasis pada keterampilan di bidang industri perkapalan.
Selanjutnya, program ini memberikan keterampilan teknis dalam bidang fiberglass dan aluminium serta memberikan pemahaman mengenai industri dan bisnis di sektor maritim.
Secara teknis, kapal SB-6 di rancang langsung oleh warga binaan dengan bantuan tenaga profesional dan di pantau oleh petugas.
Selain itu, kapal yang berukuran enam meter ini dapat membawa tujuh orang penumpang dengan kemampuan muatan hingga 500 kilogram.
Sementara itu, desain yang bisa di gunakan untuk berbagai keperluan memungkinkan fungsi transportasi, nelayan, patroli, pencarian dan penyelamatan, hingga operasional pelabuhan.
Oleh karena itu, mesin dengan daya 60 hingga 200 HP dapat mencapai kecepatan maksimal sebesar 40 knot.
Lebih lanjut, material fiberglass di pilih karena sifatnya yang ringan, tahan lama, mudah di rawat, serta memiliki nilai ekonomis yang baik.
Tidak hanya itu, program juga mendorong modernisasi kapal nelayan tradisional dengan menggabungkan kearifan lokal.
Sebab itu, bahan kayu d iganti dengan fiberglass atau aluminium tanpa mengubah bentuk serta filosofi perahu tersebut.
- Penulis: Husni
