Lapas Tanjungpandan Terima Kunjungan Edukatif Siswa
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 19

Lapas Tanjungpandan Terima Kunjungan Edukatif Siswa (Dok. Istimewa)
BELITUNG, Pastime News — Sebagai bagian dari upaya edukasi, Lapas Kelas IIB Tanjungpandan menerima kunjungan dari 33 siswa SMAN 2 Tanjungpandan, Senin (9/2).
Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang sosiologi dengan mengenalkan dinamika sosial. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun serta membantu reintegrasi sosial para Warga Binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menegaskan bahwa Lapas bukan hanya tempat menjalani hukuman, tetapi juga merupakan ruang untuk membina perubahan perilaku.
Kemudian, Royhan menngatakan,
“Lapas sekarang lebih menekankan pada pelatihan, bukan hanya pemberian hukuman, agar setiap orang bisa kembali memberikan kontribusi yang bermanfaat.”
Selanjutnya, materi tentang pemasyarakatan dipresentasikan oleh Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Trio Sandra Wijaya.
Pada kesempatan tersebut, Trio menjelaskan bahwa pembinaan di lakukan secara terstruktur, mulai dari registrasi, asesmen, pelatihan kepribadian, hingga penguatan keterampilan.
Kemudian, ia menegaskan,
“Reintegrasi sosial menjadi fokus utama agar warga binaan dapat kembali diterima dan berperan dalam masyarakat.”
Selain mendengarkan materi yang di sampaikan, siswa juga turut serta dalam sesi diskusi bersama Warga Binaan. Dalam diskusi tersebut, Warga Binaan secara jujur menceritakan latar belakang mereka serta proses pemikiran dan evaluasi diri yang mereka lalui.
Selanjutnya, diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis mengenai penyimpangan sosial. Kemudian, pembahasan juga menyoroti stigma yang ada di masyarakat serta tantangan yang di hadapi setelah masa pembebasan.
Di sisi lain, Guru Sosiologi SMA Negeri 2 Tanjungpandan, Novika, menghargai pembelajaran langsung di lingkungan Pemasyarakatan.
Ia mengatakan,
“Kunjungan ini memberikan pengalaman sosial yang memperkuat pemahaman terhadap teori, empati, dan kesadaran siswa.”
Sebagai penutup, kegiatan di akhiri dengan penyerahan cendera mata yang merupakan simbol dari kerja sama antara dunia pendidikan dan institusi pemasyarakatan.
Dengan demikian, Lapas Tanjungpandan menegaskan perannya sebagai institusi yang terbuka, edukatif, serta tempat pembelajaran sosial bagi generasi muda.
- Penulis: Husni
