Sinergi Literasi di Lapas Kotabaru
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 28

Sinergi Literasi di Lapas Kotabaru (Dok. Istimewa)
KOTABARU, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru mendapatkan layanan perpustakaan keliling, Jumat (13 Februari).
Kegiatan tersebut dapat berjalan lancar berkat bantuan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kotabaru.
Selain itu, warga binaan sangat antusias menerima layanan tersebut.
Selanjutnya, mereka membaca dan mengambil berbagai koleksi buku.
Kegiatan tersebut diadakan di lapangan yang berada dalam area Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabaru.
Dengan demikian, program ini memperkuat budaya literasi lingkungan dalam upaya pemasyarakatan.
Buku yang tersedia mencakup berbagai bidang seperti pengetahuan umum, keagamaan, keterampilan, dan peningkatan motivasi diri.
Lebih lanjut, koleksi tersebut membantu dalam membangun kemampuan berpikir dan memperkuat sikap kepribadian.
Sementara itu, Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, memberikan apresiasi.
Ia merasa bahwa dukungan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kotabaru membantu memperluas akses masyarakat terhadap literasi.
Perpustakaan keliling mendorong warga binaan untuk terus belajar dan meningkatkan diri,” ujarnya.
Di sisi lain, perwakilan dinas, Rahmawati, menegaskan komitmen terhadap inklusivitas layanan.
Layanan perpustakaan keliling dibuka untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan lapas,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan,
Literasi adalah hak setiap warga negara.”
Oleh karena itu, pihaknya berharap semangat membaca dan keinginan belajar terus berkembang.

Sinergi Literasi di Lapas Kotabaru (Dok. Istimewa)
Tak hanya itu, seorang warga binaan dengan inisial M juga memberikan kesan.
Menurutnya, buku tersebut bisa membantu meningkatkan pengetahuan dengan cara yang positif.
Kami merasa beruntung bisa membaca buku terbaru ini,” ujarnya.
Akhirnya, kerja sama ini memperkuat kolaborasi antara Lapas dan pemerintah daerah.
Dengan demikian, pembinaan yang bersifat humanis, edukatif, dan berkelanjutan terus berlangsung.
Sehingga, warga binaan memiliki pengetahuan yang cukup ketika kembali ke masyarakat.
- Penulis: Husni
