Pendidikan Berkelanjutan WBP Lapas Perempuan Manokwari
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 13

Pendidikan Berkelanjutan WBP (Dok. Istimewa)
MANOKWARI, PAStime News — Program kesetaraan Paket B dan C di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas III Manokwari tetap berjalan dengan terus-menerus dan konsisten.
Selain itu, program tersebut dilaksanakan dengan bekerjasama bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Penabur Papua Barat.
Selanjutnya, kegiatan belajar mengajar dilakukan kembali di ruang kelas Lapas pada hari Rabu tanggal 18 Februari.
Sementara itu, Kepala Lapas Perempuan Manokwari, Lince Bela, menegaskan bahwa teruskan pendidikan menjadi prioritas dalam pembinaan.
Ia mengatakan,
Kami ingin memastikan warga binaan tetap mendapatkan hak pendidikan mereka.”
Selanjutnya, ia menambahkan,
Pengetahuan yang mereka dapat hari ini menjadi dasar penting menuju masa depan yang lebih baik.”
Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri Warga Binaan secara terus-menerus.
Pada kesempatan tersebut, proses belajar dipandu oleh Miss Prily dengan pendekatan dialogis dan partisipatif.
Oleh karena itu, peserta di harapkan secara aktif menanyakan pertanyaan serta berdiskusi secara terbuka.
Akibatnya, suasana kelas berlangsung kondusif serta komunikatif.
Selain itu, interaksi tersebut membantu memperdalam pemahaman terhadap materi serta melatih kemampuan berpikir kritis.
Peserta juga di ajarkan cara membangun keberanian untuk menyampaikan pendapat secara terstruktur.
Enam warga binaan secara antusias mengikuti proses pembelajaran.
Sementara itu, materi tersebut berfokus pada pengkajian Benua Asia secara menyeluruh.
Pembahasan mencakup lokasi, luas wilayah, batas geografis, serta negara-negara yang termasuk di dalamnya.
Selain itu, materi juga membahas kondisi iklim serta aspek geologi di wilayah tersebut.
Salah satu peserta yang bernama MK mengucapkan terima kasihnya atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan,
Saya jadi lebih tahu tentang beberapa negara di Asia dan situasi wilayahnya.”
Oleh karena itu, pembelajaran ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan.
Lebih lanjut, pendidikan bukan hanya sekadar program pembinaan, tetapi juga merupakan kewajiban yang harus terus di penuhi.
Oleh karena itu, akses belajar yang berkelanjutan di harapkan dapat memperluas kesempatan untuk berkembang secara pribadi.
Akhirnya, langkah ini membantu Warga Binaan kembali ke masyarakat dengan kemampuan yang lebih baik.
- Penulis: Husni
