Dinkes Buru Perkuat Layanan Kesehatan Lapas Namlea dengan Bantuan Obat dan BMHP
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 21

Dinkes Buru Perkuat Layanan Kesehatan Lapas Namlea dengan Bantuan Obat dan BMHP
NAMLEA,PAStime News – Kolaborasi strategis Dinkes Kabupaten Buru dan Lapas Namlea memastikan ketersediaan obat, meningkatkan mutu layanan, serta menjaga kesehatan warga binaan secara berkelanjutan dan terencana
inas Kesehatan Kabupaten Buru memperkuat layanan kesehatan di Lapas Kelas III Namlea melalui bantuan obat dan BMHP.
Selain itu, bantuan tersebut langsung di terima petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, pada Jumat (20/2).
Selanjutnya, Dinkes menyerahkan 17 jenis obat dan BMHP sesuai kebutuhan klinik.
Adapun jenis obat mencakup antibiotik, analgesik, pereda nyeri, pencernaan, pernapasan, alergi, antiseptik, hingga multivitamin.
Dengan demikian, klinik kini memiliki dukungan logistik medis yang lebih memadai.
Fransky Uneputty menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.
“Sesuai dengan permintaan yang kami ajukan, hari ini kami menerima bantuan obat dan alat medis untuk melengkapi kebutuhan klinik.”
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menjaga ketersediaan obat setiap waktu.
“Kami memastikan stok selalu lengkap karena warga binaan membutuhkan layanan kesehatan optimal setiap saat.”
Menurutnya, beberapa jenis obat masih tersedia, namun sebagian lainnya telah habis.
Oleh sebab itu, pihaknya segera mengajukan permintaan kepada Dinkes Kabupaten Buru.
Sementara itu, perwakilan Unit Kefarmasian Dinkes Kabupaten Buru, Nur Asma, menegaskan komitmen dukungan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa Dinkes menyalurkan bantuan kepada instansi yang memiliki fasilitas kesehatan dan kerja sama resmi.“Setiap permintaan dari Lapas kami salurkan sesuai daftar kebutuhan yang di ajukan.”
Selain itu, ia berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan mutu layanan kesehatan di Lapas Namlea.
Di sisi lain, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan pentingnya kesiapan klinik selama 24 jam.
Menurutnya, kesehatan warga binaan menjadi prioritas utama dalam pembinaan.
“Kami menjaga kondisi kesehatan warga binaan agar tetap prima dan sehat.”
Lebih tegas lagi, ia menekankan pentingnya kelengkapan obat dan alat medis penunjang.
Dengan langkah ini, sinergi kedua institusi semakin kuat.
Akhirnya, kolaborasi tersebut mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan di Lapas Namlea.
- Penulis: Husni
