Lapas Perempuan Palembang Evaluasi Penyakit Kronis
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 13

Lapas Perempuan Palembang Evaluasi Penyakit Kronis (Dok. Istimewa)
PALEMBANG, PAStime News – Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Palembang melakukan evaluasi terkait penyakit kronis, Sabtu (21/2).
Kegiatan tersebut di laksanakan bersamaan dengan penyampaian materi edukasi kesehatan di ruang aula Lapas.
Tujuan dari kegiatan ini adalah memastikan proses pemantauan hipertensi dan diabetes berjalan dengan baik dan efektif.
Selain itu, kegiatan tersebut juga meningkatkan pemahaman tentang cara menjaga kesehatan secara mandiri.
Sebagai hasilnya, para warga binaan di motivasi untuk berpartisipasi secara aktif selama masa pembinaan.
Sementara itu, petugas kesehatan melakukan pemeriksaan berkala.
Pemeriksaan di lakukan terhadap Warga Binaan yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Evaluasi meliputi pengecekan kondisi kesehatan terkini.
Kemudian, petugas memastikan kepatuhan konsumsi obat.
Selanjutnya, rekomendasi medis lanjutan turut di berikan.
Tak hanya itu, pembelajaran tentang pola makan yang sehat juga di berikan.
Selain itu, pentingnya aktivitas fisik juga di tekankan.
Selanjutnya, pengelolaan stres dan kedisiplinan dalam pengobatan menjadi hal yang perlu di perhatikan.
Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Palembang, Desi Andriyani, menegaskan komitmen terhadap pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan,
Kesehatan adalah hak dasar bagi setiap Warga Binaan.”
Dengan demikian, kesadaran menjaga kesehatan terus di tingkatkan.
Sementara itu, dokter lapas perempuan Palembang, Windy Kirani, menekankan pentingnya kedisiplinan bagi pasien yang menderita penyakit kronis.
Ia menjelaskan,
Evaluasi ini sangat penting untuk membandingkan bagaimana efektifnya terapi yang diberikan.”
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa obat saja tidak cukup.
Perubahan gaya hidup dan cara mengelola stres merupakan hal penting agar kesehatan tetap terjaga,” ujarnya.
Adapun kegiatan berlangsung interaktif.
Warga Binaan memperoleh kesempatan konsultasi langsung.
Selain itu, antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang di ajukan oleh para peserta.
Pertanyaan tersebut menyoroti pola hidup sehat serta cara mengelola penyakit kronis.
Di sisi lain, salah satu warga binaan, ATS, menyampaikan rasa terima kasih.
Ia mengatakan,
Kami semakin paham betapa pentingnya rutin minum obat serta menjaga pola makan.”
Kemudian, ia menambahkan,
Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi kami.”
Oleh karena itu, evaluasi dan edukasi ini di harapkan dapat menjaga kualitas kesehatan.
Dengan demikian, lingkungan pemasyarakatan tetap tetap sehat dan aman.
Selain itu, proses pembinaan dapat berjalan dengan baik dan terus-menerus.
- Penulis: Husni
