YBTS Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pelatihan Bertani
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 43

Penyuluhan YBTS ke-5 dorong warga binaan Lapas Namlea jadi petani mandiri, fokus pada pengendalian hama dan jamur di lahan SAE. (Dok: Humas Lapas Namlea)
PAStime News, Namlea – Program penyuluhan pertanian yang di wadahi Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) sebagai lembaga non-profit yang bergerak dalam mendukung kesejahteraan petani terus mendorong warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea menjadi petani mandiri.
Memasuki penyuluhan ke-5, warga binaan yang tergabung dalam kelompok tani menerima transfer knowledge dari Field Officer YBTS seputar pengendalian hama dan solusi mengatasi jamur pada tanaman di dampingi Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Rabu (10/9).
“Kini penyuluhan sudah memasuki hari ke lima. Bersama dengan Balai Penyuluh Pertanian dari Desa Waiperang yang juga hadir, kami kerja sama dengan mereka menambah pengetahuan warga binaan yang terlibat dalam budidaya tanaman pangan dan holtikultura di lahan luar lapas ini,” kata Mustafa.
Warga binaan di sosialisasikan cara mengatasi hama dan jamur menggunakan insektisida dan fungisida melalui manual book dari YBTS. Membasmi hama dan jamur pada tanaman sangat penting di ketahui untuk menjaga produktivitas tanaman.
“Kita ambil sampel dari cabai yang sempat kita amati budidayanya dalam dua minggu terakhir selama tiga kali. Pada kali pertama dan kedua mengalami kegagalan karena tidak di tangani dengan tepat pada saat penyemaiannya. Nah, pada saat yang ketiga sudah berhasil tumbuh di karenakan peran insektisida begitu besar dalam mengendalikan hama tanaman seperti semut, ulat, belalang, dan lainnya,” tutur Field Officer YBTS, Faris Aminudin.
Penyuluhan teori dan praktek lapangan di harapkan memperkaya wawasan warga binaan dalam menerapkan metode pertanian yang tepat. “Karena sudah yang kelima, kami harap warga binaan dapat menyerap ilmu yang di berikan. Penguasaan manajemen bertani menjadi investasi pembinaan jangka panjang yang bermanfaat bagi mereka setelah bebas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyatakan penyuluhan ini bagian dari upaya Lapas menjamin ketahanan pangan dan meningkatkan SDM warga binaan.
“Untuk memajukan sektor pertanian di lapas harus juga di barengi dengan SDM-nya yang mengelola. Oleh karena itu, kita juga fokus mengimprove skil warga binaan dengan bekerja sama bersama Dinas Pertanian dan YBTS,” tuturnya.
- Penulis: mamang
