Petugas memasarkan produk-produk hasil rajutan langsung di galeri ruang kunjungan Lapas Tual, serta mempromosikannya melalui media sosial dan jaringan pegawai. Plh. Kalapas Tual, Martha, menjelaskan bahwa mereka menetapkan harga produk berdasarkan ukuran dan tingkat kerumitan.
Bekal Hidup Setelah Bebas, Lapas Tual Ajarkan Merajut kepada Warga Binaan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 41

Program unggulan di Lapas Tual menarik minat warga binaan perempuan untuk belajar keterampilan merajut yang produktif. (Dok: Humas Lapas Tual)
PAStime News, Langgur – Petugas Lapas Kelas IIB Tual, Kanwil Kemenkumham Maluku, kembali membekali warga binaan dengan keterampilan merajut melalui program pelatihan kemandirian yang rutin mereka selenggarakan. Pada Rabu (24/09), kegiatan ini di gelar untuk memberikan keterampilan produktif sebagai modal usaha bagi warga binaan setelah bebas.
Petugas memfokuskan pelatihan ini pada pembuatan kerajinan rajutan seperti tas, dompet, taplak meja, hingga peci. Menurut Kepala Subseksi Giatja, Madjid Ohorella, warga binaan perempuan paling banyak meminati program unggulan ini.
“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi. Beberapa produk bahkan dikerjakan dalam waktu dua hingga lima hari, tergantung tingkat kesulitan motif,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyatakan bahwa ia berharap keterampilan ini tidak hanya menjadi kegiatan selama masa pidana, tetapi juga menjadi bekal bagi warga binaan untuk berwirausaha setelah bebas.
“Hasil penjualannya bisa menambah penghasilan mereka. Ini menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah dapat menghasilkan karya nyata yang bermanfaat, baik bagi warga binaan maupun masyarakat,” jelasnya.
Dengan pelatihan ini, Lapas Tual terus menegaskan komitmennya dalam membina warga binaan melalui pendekatan yang humanis dan bernilai ekonomis.
- Penulis: mamang
