Kegiatan yang di pimpin langsung oleh Kalapas Narkotika Tanjungpinang, Porman Siregar, ini berlangsung di lahan pertanian seluas 480 meter persegi di belakang blok hunian. Turut hadir mendampingi, Kasi Kegiatan Kerja (Giatja) bersama jajaran, serta empat orang Warga Binaan yang terlibat aktif dalam kegiatan ini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk karakter mandiri bagi Warga Binaan sekaligus berkontribusi terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Kalapas Porman Siregar.
Program pertanian ini merupakan pembinaan kemandirian berkelanjutan yang mengajarkan keterampilan bertani serta nilai kerja keras, disiplin, dan tanggung jawab. Kegiatan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif dengan pengawasan ketat dari petugas Seksi Kegiatan Kerja.
Kasi Giatja menegaskan kegiatan ini akan terus di kembangkan untuk memberi manfaat jangka panjang bagi Warga Binaan dan masyarakat.
Lapas Narkotika Tanjungpinang menargetkan kegiatan pertanian ini sebagai salah satu pilar dalam menciptakan Warga Binaan yang mandiri dan produktif. Selain itu ke depan, Lapas akan terus memaksimalkan potensi lahan pertanian dan memperluas jenis tanaman yang di budidayakan.
“Kami berkomitmen untuk menjadikan pembinaan pertanian ini sebagai sarana pemberdayaan yang nyata dan berkelanjutan,” tutup Kalapas.
Dengan kegiatan ini, Lapas Narkotika Tanjungpinang tidak hanya menciptakan suasana pemasyarakatan yang edukatif, tetapi juga turut aktif dalam menyukseskan program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.

