GIZ Apresiasi Program Hortikultura Rutan Kefamenanu Dukung Kemandirian Warga Binaan
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 67

Rutan Kefamenanu mendapat apresiasi untuk program 'Tahanan Pangan' yang menggunakan praktik pertanian berkelanjutan. (Dok: Rutan Kefamenanu)
PAStime News, Kefamenanu, NTT – Program hortikultura unggulan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu, yang di jalankan melalui Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) “Tahanan Pangan”, mendapat apresiasi langsung. Apresiasi tersebut datang dari delegasi Yayasan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia dan ASEAN, Jumat (17/10).
Program ini di nilai berhasil memadukan unsur pembinaan kemandirian warga binaan (WB). Selain itu, program ini menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan ekonomi lokal.
Marvel Ledo, Advisor untuk SDGs SSTC Yayasan GIZ Indonesia, memimpin langsung kunjungan delegasi GIZ ke Rutan Kefamenanu. Pelaksana Harian Kepala Rutan Kefamenanu, Ispriwiyati, bersama Petugas Pembina Kemandirian, Kandidus T. Eko, menyambut hangat kedatangan rombongan tersebut. Mereka meninjau langsung lahan hortikultura SAE, salah satu program unggulan yang di jalankan Rutan Kefamenanu untuk membina warga binaan asimilasi.
“Kami sangat senang melihat semangat dan hasil perkebunan hortikultura di Kebun SAE ‘Tahanan Pangan’. Program ini sangat sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang kami dukung, khususnya dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ungkap Marvel Ledo saat peninjauan.
Rutan Kefamenanu merancang Kebun SAE “Tahanan Pangan” sebagai wadah pelatihan pertanian hortikultura bagi warga binaan yang memasuki masa asimilasi. Petugas melatih mereka secara langsung untuk menanam, merawat, dan memanen berbagai jenis tanaman hortikultura sebagai bagian dari pembinaan praktis dan peningkatan keterampilan.
Plh. Kepala Rutan Kefamenanu, Ispriwiyati, menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas apresiasi yang di berikan oleh GIZ. Menurutnya, pengakuan ini menjadi penyemangat baru bagi jajaran Rutan dalam mengembangkan program-program kemandirian lainnya.
“Apresiasi dari GIZ menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperkuat program pembinaan berbasis pertanian. Kami membuka diri untuk kolaborasi yang lebih luas demi memberi bekal keterampilan nyata bagi WBP yang akan kembali ke masyarakat,” ujar Ispriwiyati.
GIZ menyoroti aspek keterampilan sekaligus melihat potensi besar untuk menciptakan rantai nilai pertanian yang berkelanjutan. Mereka mendorong sinergi antara lembaga pemasyarakatan, organisasi internasional, dan pihak swasta guna mewujudkan hal tersebut.
Kegiatan diakhiri dengan diskusi ringan seputar peluang kerja sama ke depan dan rencana pengembangan lebih lanjut Kebun SAE Tahanan Pangan agar dapat menjadi model nasional pembinaan berbasis pertanian berkelanjutan.
- Penulis: mamang
