Lapas Banyuwangi Latih Warga Binaan Produksi Tempe, Tingkatkan Keterampilan dan Kemandirian Ekonomi
- account_circle mamang
- calendar_month
- visibility 55

Lapas Kelas IIA Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui inovasi program keterampilan, salah satunya pelatihan pembuatan tempe. (Dok: Humas Lapas Banyuwangi)
PAStime News, Banyuwangi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam pembinaan dan pemberdayaan warga binaan melalui inovasi program keterampilan, salah satunya pelatihan pembuatan tempe. Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan wirausaha kuliner yang produktif dan berdaya guna.
Pelatihan di laksanakan bekerja sama dengan praktisi sekaligus pengusaha tempe berpengalaman di Banyuwangi. Warga binaan di bimbing memahami setiap tahap produksi tempe, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik perendaman, hingga fermentasi yang tepat, agar menghasilkan produk berkualitas.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah nyata menciptakan kegiatan pembinaan berbasis keterampilan produktif.
“Kami menggandeng praktisi berpengalaman agar warga binaan mampu memahami setiap tahapan pembuatannya dan menghasilkan produk berkualitas,” ujar Wayan.
Pada tahap awal, warga binaan mampu memproduksi rata-rata 20 kilogram tempe setiap hari. Seluruh hasil produksi di gunakan sebagai bahan baku program pembinaan produksi gorengan, salah satu kegiatan unggulan di Lapas Banyuwangi.
“Seluruh hasil produksi tempe di gunakan untuk program pembinaan produksi gorengan. Jadi mulai dari bahan baku hingga makanan siap saji, semuanya di produksi sendiri oleh warga binaan,” tambah Wayan.
Program pembuatan tempe ini melengkapi berbagai program pembinaan sebelumnya seperti membatik, konveksi, dan kerajinan tangan.
“Target jangka panjangnya, produksi tempe dapat memenuhi pasokan bahan makanan untuk di olah menjadi konsumsi bagi warga binaan,” jelas Wayan.
Langkah ini sejalan 13 Program Akselerasi Menkumham Agus Andrianto, khususnya penguatan warga binaan menghasilkan produk bernilai ekonomi.
“Program pemberdayaan seperti ini di harapkan menjadi bekal berharga bagi warga binaan agar mampu berwirausaha dan kembali menyatu dengan masyarakat setelah bebas nanti,” pungkas Wayan.
- Penulis: mamang
