JAKARTA, PAStime News – Industri software kreatif mengalami perubahan besar hari ini.
Selama puluhan tahun, Adobe mendominasi industri kreatif profesional.
Namun, dinamika pasar kini mulai bergeser signifikan.
Selama ini, Adobe menjadi standar industri kreatif global.
Photoshop, Illustrator, dan Premiere Pro tetap dipilih meski berlangganan mahal.
Oleh karena itu, dominasi Adobe terasa sulit digoyahkan.
Sebelumnya, Affinity Suite hadir sebagai penantang.
Affinity Photo, Designer, dan Publisher dijual sekali bayar.
Namun demikian, pengaruhnya belum menyaingi Adobe secara luas.
Canva Menggratiskan Affinity Suite Secara Penuh dan Terintegrasi, Menghadirkan Alternatif Software Kreatif Profesional Gratis dengan Fitur Lengkap, Fleksibel, Aman, serta Berpotensi Menggeser Dominasi Adobe di Industri Kreatif Global
Bahkan, skandal penggunaan data kreatif Adobe untuk pelatihan AI sempat viral.
Meski begitu, dampaknya hanya sementara.
Dominasi Adobe tetap bertahan kuat.
Perubahan besar terjadi setelah Canva mengakuisisi Affinity.
Kini, Canva resmi menggratiskan Affinity Suite sepenuhnya.
Langkah ini langsung mengubah peta persaingan software kreatif.
Affinity kini dapat digunakan gratis tanpa batas fitur.
Pengguna cukup mengunduh versi terbaru dari situs resmi.
Dengan demikian, hambatan biaya lisensi hilang sepenuhnya.
Selain gratis, Canva menyatukan tiga aplikasi Affinity menjadi satu software.
Integrasi ini membuat workflow lebih praktis dan efisien.
Pengguna tidak perlu lagi memasang aplikasi terpisah.
Affinity tersedia untuk Windows dan Mac.
Versi iPad sedang dikembangkan dan akan digratiskan.
Sementara itu, versi Linux belum tersedia.
Untuk mengunduh Affinity, pengguna wajib login akun Canva.
Namun, akun Canva gratis sudah mencukupi.
Pengguna tidak wajib berlangganan Canva Pro.
Pada Mac, Affinity mendukung Intel dan Apple Silicon.
Pada Windows, Affinity mendukung prosesor 64-bit dan ARM.
Dukungan ini memperluas jangkauan pengguna.
Saat pertama membuka aplikasi, pengguna kembali login akun Canva.
Setelah itu, Affinity langsung dapat di gunakan.
Proses ini berlangsung cepat dan sederhana.
Affinity menonjolkan perlindungan privasi pengguna.
Pengaturan pengumpulan data penggunaan di nonaktifkan secara default.
Selain itu, karya pengguna tidak di pakai untuk pelatihan AI.
Secara tampilan, Affinity terbaru terasa lebih terintegrasi.
Satu aplikasi kini memuat seluruh fungsi desain.
Alur kerja pun menjadi lebih ringkas.
Affinity menyediakan Tab Vector, Pixel, dan Layout.
Tab tersebut menggantikan Designer, Photo, dan Publisher.
Pengguna dapat berpindah tab tanpa hambatan.
Kini, Affinity menghadirkan sistem kustomisasi mendalam.
Toolbar, panel, dan tool dapat di sesuaikan.
Dengan begitu, workflow menjadi lebih personal.
Tool lintas studio kini dapat di gunakan bersamaan.
Fitur Publisher dapat di pakai di Pixel Studio.
Integrasi ini meningkatkan efisiensi pengeditan.
Selain tiga tab utama, tersedia banyak tab tambahan.
Terdapat tab Retouching dan Color Grading.
Semua tab di optimalkan sesuai kebutuhan spesifik.
Menariknya, pengguna dapat membuat Studio kustom sendiri.
Pengguna bebas menamai dan mengatur layout.
Setiap workflow dapat di sesuaikan secara personal.
Selama pengujian, seluruh tool berbayar Affinity tersedia lengkap.
Bahkan, fiturnya terasa lebih kaya.
Karena itu, Affinity layak di sebut software gratis terbaik saat ini.
Namun, muncul pertanyaan tentang alasan penggratisan.
Canva mewajibkan login akun sebagai strategi pertumbuhan pengguna.
Langkah ini memperluas ekosistem Canva secara signifikan.
Affinity kini menyertakan tab Canva AI.
Fitur ini khusus pengguna Canva Pro.
Layanan AI tersebut mencakup Generative Fill dan Expand.
Selain itu, tersedia Portrait Blur dan Colorize.
Ada pula Super Resolution dan Background Remover.
Seluruh fitur AI hanya aktif untuk Canva Pro.
Bagi pengguna Canva Pro, Affinity menjadi nilai tambah besar.
Kini, editing profesional tersedia melalui software native.
Sebelumnya, Canva hanya berbasis web.
Bagi pengguna umum, Affinity gratis menjadi kemenangan besar.
Pengguna tidak perlu berlangganan Adobe.
Biaya produksi kreatif pun dapat ditekan.
Secara fungsional, Affinity mampu menggantikan banyak fitur Photoshop.
Adaptasi workflow memang dibutuhkan.
Namun, kurva pembelajarannya relatif ringan.
Affinity juga mendukung pembukaan file Adobe.
Meski demikian, struktur layer terkadang berubah.
Hal ini umum terjadi antar software berbeda.
Secara keseluruhan, langkah Canva menggratiskan Affinity sangat strategis.
Industri kreatif kini memiliki alternatif profesional gratis.
Perubahan besar ini patut menjadi perhatian pelaku kreatif.

