Banjir Mampang Kembali Meninggi, Air 85 Sentimeter Lumpuhkan Permukiman dan Aktivitas Warga
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Banjir Mampang Kembali Meninggi, Air 85 Sentimeter Lumpuhkan Permukiman dan Aktivitas Warga dok:(Istimewa)
JAKARATA,PAStime News –
Genangan kembali naik pada Jumat pagi setelah sempat surut, memaksa evakuasi warga, menghentikan aktivitas harian, serta memperlihatkan keterbatasan penanganan darurat di kawasan terdampak.
Banjir kembali menggenangi Jalan Pondok Karya, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi.
Sebelumnya, air sempat surut pada Kamis malam, namun kembali naik sejak dini hari.
Sementara itu, ketinggian air pagi ini mencapai 85 sentimeter.
Selain itu, debit air menyamai aliran deras Kali Mampang di sekitar lokasi.
Berdasarkan pantauan pukul 09.48 WIB, banjir berdampak luas pada permukiman warga.
Sebanyak sembilan dari sebelas RT terdampak langsung oleh genangan.
Akibatnya, air memasuki rumah-rumah warga dan melumpuhkan aktivitas harian.
Oleh karena itu, petugas menggunakan perahu karet untuk mobilisasi warga.
Selanjutnya, PPSU dan kepolisian membantu evakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.
Termasuk di antaranya, seorang lansia sakit dievakuasi menggunakan kursi roda dan perahu karet.
Kemudian, petugas membawa lansia tersebut menuju ujung Jalan Kapten Tendean.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan akses kesehatan dan keselamatan.
Di sisi lain, sejumlah anak terlihat bermain di genangan banjir.
Mereka tetap beraktivitas meski air tampak kotor dan berarus.
Selain itu, anak-anak mengaku telah menyelesaikan pembelajaran jarak jauh.
Setelah itu, mereka memanfaatkan waktu istirahat untuk bermain air.
“Sudah tadi (belajar),”
ujar seorang anak sambil berenang di aliran banjir.
Sementara itu, petugas PPSU Pela Mampang, Yanti, menjelaskan kondisi penanganan di lapangan.
Ia menyebut petugas belum dapat melakukan upaya teknis pengendalian banjir.
Menurutnya, tinggi muka air kali masih menghambat penanganan.
Oleh sebab itu, petugas hanya fokus pada evakuasi dan bantuan warga.
Selain itu, Yanti menyampaikan belum tersedia lokasi pengungsian khusus.
Warga memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat.
Sebagian warga lainnya bertahan di lantai dua rumah masing-masing.
Pilihan ini dilakukan sambil menunggu kondisi air surut.
“Kebanyakan mereka ke tempat sanak saudara sendiri,”
jelas Yanti kepada wartawan di lokasi.
“Pagi ini sudah ada enam orang dievakuasi,”
tambahnya.
“Mulai dari warga sakit sampai yang harus berangkat bekerja,”
tutup Yanti.
- Penulis: Husni
