Berikan Keterampilan Anyaman Kreatif, Lapas Banyuwangi Bekali Warga Binaan Perempuan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 30

Bekali Warga Binaan Perempuan (Dok. Istimewa)
BANYUWANGI, PAStime News – Lapas Kelas IIA Banyuwangi terus berinovasi memperkuat pembinaan Warga Binaan perempuan, Sabtu (20/12).
Kali ini, puluhan Warga Binaan mengikuti pelatihan pembuatan tas anyaman kreatif.
Selain itu, suasana blok hunian perempuan tampak lebih dinamis dan produktif.
Dengan demikian, kegiatan pembinaan berjalan lebih hidup dan bermakna.
Pelatihan tas anyaman kreatif di blok hunian perempuan Lapas Banyuwangi menjadi sarana rehabilitasi mental, penguatan kreativitas, serta upaya membangun kemandirian dan kepercayaan diri Warga Binaan
Selanjutnya, pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman dari kalangan praktisi tas anyaman.
Instruktur tersebut juga berprofesi sebagai guru TK dan produsen aktif.
Karena itu, peserta memperoleh standar kualitas produk sesuai kebutuhan pasar.
Selain keterampilan, peserta juga memahami proses produksi bernilai jual.
Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, menjelaskan orientasi kegiatan ini.
“Pelatihan ini tidak berorientasi keuntungan, tetapi rehabilitasi mental dan pengisian waktu produktif,”
ungkap I Wayan Nurasta Wibawa.
Ia menambahkan kegiatan ini membantu Warga Binaan menemukan kembali rasa percaya diri.
Dengan karya nyata, peserta menyadari potensi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap pola pikir Warga Binaan menjadi lebih inovatif dan kreatif,”
tambah I Wayan Nurasta Wibawa.
Ia menilai aktivitas seni menciptakan lingkungan hunian lebih harmonis dan bersemangat.
Oleh sebab itu, pembinaan berjalan lebih manusiawi dan positif.
Dalam pelatihan, peserta mempelajari berbagai varian tas yang sedang tren.
Produk meliputi tas mini, tas pengajian, tas hajatan, dan tas souvenir.
Selain keterampilan teknis, kegiatan ini memberi dampak psikologis positif.
Dengan demikian, peserta lebih siap membangun kemandirian ekonomi setelah bebas.
Sementara itu, Lina selaku narasumber menyampaikan tujuan pelatihan lanjutan.
“Pelatihan ini membantu penyelesaian pesanan tas anyaman plastik tepat waktu,”
ujar Lina.
Ia menambahkan Warga Binaan akan menerima premi dari hasil pengerjaan tas.
Karena itu, partisipasi peserta diharapkan terus meningkat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banyuwangi membuktikan keterbatasan ruang bukan penghalang berkarya.
Akhirnya, Warga Binaan mampu menenun harapan menuju masa depan yang lebih baik.
- Penulis: Husni
