China–Uni Eropa Sepakati Harga Mobil Listrik, Tarif Anti-Subsidi hingga 35 Persen Terancam Digantikan
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 23

Ilustrasi mobil siap ekspor. (Foto : BYD)
PAStime News, JAKARTA – China dan Uni Eropa dilaporkan telah mencapai konsensus awal terkait mekanisme harga ekspor kendaraan listrik baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) asal China ke pasar Eropa. Kesepakatan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menggantikan penerapan tarif anti-subsidi yang sebelumnya diberlakukan Uni Eropa.
Mengutip laporan CarNewsChina pada Senin waktu setempat, kedua pihak sepakat untuk menyusun panduan umum bagi eksportir kendaraan listrik China ke Uni Eropa melalui skema jaminan harga. Mekanisme tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif atas kebijakan tarif anti-subsidi yang telah diterapkan sejak 2024.
Sebagaimana diketahui, Uni Eropa sebelumnya mengenakan tarif anti-subsidi hingga 35,3 persen di luar tarif impor standar sebesar 10 persen terhadap kendaraan listrik buatan China. Kebijakan ini sempat menuai keberatan dari Pemerintah China yang menilai langkah tersebut tidak sejalan dengan prinsip perdagangan bebas.
Perkembangan terbaru terjadi pada Januari 2026, ketika Kementerian Perdagangan China mengumumkan bahwa kedua pihak telah mencapai konsensus dalam konsultasi terkait kasus anti-subsidi. Uni Eropa disebut akan menerbitkan Guidance Document on Price Undertaking Submissions atau Dokumen Panduan Pengajuan Penawaran Jaminan Harga.
Dokumen tersebut akan menjadi acuan bagi Komisi Eropa dalam menilai setiap penawaran jaminan harga yang diajukan produsen kendaraan listrik China. Penilaian dilakukan secara objektif dan adil, berlandaskan prinsip non-diskriminasi serta mematuhi ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Meski belum ada kepastian apakah tarif anti-subsidi hingga 35,3 persen akan sepenuhnya dicabut, Kamar Dagang dan Eksportir Mesin dan Produk Elektronik Tiongkok (CCCME) menyampaikan bahwa Komisi Eropa berkomitmen melakukan peninjauan objektif terhadap setiap permohonan yang diajukan perusahaan China.
Perusahaan yang dinilai memenuhi kriteria akan diberikan opsi menggunakan skema jaminan harga sebagai pengganti bea anti-subsidi. Dalam skema tersebut, Uni Eropa akan menetapkan harga impor minimum yang berbeda untuk setiap produsen kendaraan listrik China.
CCCME menilai kesepakatan ini sebagai bentuk soft landing dalam sengketa tarif anti-subsidi, sekaligus membuka ruang kompromi antara kepentingan industri Eropa dan keberlanjutan ekspor kendaraan listrik China ke pasar global.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
