Dari Pulau Saparua, Menyalakan Harapan Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Bersama PNM Mekaar
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 9

Dari Pulau Saparua, Selly Menyalakan Harapan Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan Bersama PNM Mekaar (Dok. Istimewa)
SAPARUA, Pastime News – Di kepulauan Maluku, Pulau Saparua memiliki tantangan akses dan ekonomi yang nyata.
Namun, tantangan tersebut tidak menghalangi Selly untuk terus berkontribusi bagi generasi muda.
Di Tengah Keterbatasan Akses dan Ekonomi Kepulauan, Seorang Ibu Rumah Tangga Membangun Pendidikan Anak dan Kemandirian Komunitas Secara Berkelanjutan
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Selly menjadikan pendidikan sebagai bagian dari hidupnya.
Oleh karena itu, ia mendirikan Taman Kanak-Kanak Sintiche secara gratis bagi keluarga yang kurang mampu.
Sekolah sederhana itu menjadi tempat awal anak-anak belajar mengenal dunia pendidikan.
Meski fasilitas terbatas, Selly tetap menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Sejak awal, Selly membiayai operasional sekolah dengan dana pribadi.
Namun, tekanan ekonomi membuatnya hampir menyerah.
Untuk menjaga sekolah dapat berjalan, Selly membuka warung kecil.
Sambil berdagang, ia tetap mengajar dan mengawasi kegiatan anak-anak setiap hari.
Langkah tersebut menjadi titik balik penting dalam hidupnya.
Pada tahun 2022, Selly bergabung sebagai peserta Program Mekaar PNM.
Melalui Mekaar, Selly mendapat pembiayaan dan bimbingan dalam berusaha.
Selanjutnya, modal tersebut ia gunakan untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Seiring waktu, usaha Selly tumbuh dan membantu kebutuhan keluarga serta sekolah.
Selain itu, ia juga belajar cara mencatat keuangan dan merencanakan usaha sederhana.
Kini, TK Sintiche masih berdiri dan melayani anak-anak dari keluarga peserta Mekaar lainnya.
Sekolah tersebut menjadi simbol keteguhan dan harapan dari komunitas sekitar.
Pendampingan Mekaar Memperkuat Perempuan
Pendampingan rutin dan pertemuan kelompok Mekaar memperkuat perjalanan Selly.
Forum tersebut memfasilitasi berbagi pengalaman, belajar bersama, dan saling mendukung.
“Dulu saya hanya fokus pada kebutuhan ekonomi keluarga.
Namun, lewat Mekaar, saya belajar memimpin, berbagi, dan percaya usaha kecil bisa berkembang,”
ujar Selly.
Kepercayaan diri Selly terus membesar dari pertemuan ke pertemuan.
Sekarang, ia berperan sebagai pelaku usaha sekaligus pemimpin kelompok.
Customer Survey Indeks Mekaar 2024 mencatat bahwa 72 persen peserta meningkatkan peran dalam pengambilan keputusan keluarga.
Selain itu, 74 persen peserta mengalami peningkatan pendapatan setelah bergabung.
PNM menegaskan komitmen untuk terus mendampingi perempuan prasejahtera secara berkelanjutan.
Dari Pulau Saparua, kisah Selly membuktikan bahwa pemberdayaan konsisten mampu menciptakan perubahan nyata.
- Penulis: Husni
