Ekspor Serentak dari 8 Provinsi Capai US$58,77 Juta
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Ekspor Serentak dari 8 Provinsi Capai US$58,77 Juta (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso melepas ekspor serentak dari delapan provinsi, Kamis.
Total nilai ekspor mencapai US$58,77 juta atau setara Rp978 miliar.
Selain Kabupaten Bekasi, pelepasan berlangsung di tujuh daerah lainnya.
Kegiatan di gelar di Mojokerto, Semarang, Sleman, Makassar, Badung, Samarinda, dan Batam.
Pelepasan ekspor serentak dari delapan penjuru Nusantara ini menegaskan sinergi pemerintah dan pelaku usaha dalam memperluas pasar global serta memperkuat daya saing ekspor nasional
Selanjutnya, kegiatan mengusung tema “Sinergi Nusantara: Dari 8 Penjuru Menembus Pasar Dunia.”
Sebanyak 31 badan usaha mengikuti pelepasan ekspor tersebut.
Selain itu, satu koperasi turut ambil bagian dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini juga melibatkan eksportir pemula dari berbagai daerah.
Salah satunya, CV Sorajati Dharma Biru asal Yogyakarta, berhasil menembus pasar nontradisional.
Produk tersebut di ekspor ke Bora-Bora Island, Polinesia Prancis.
Pelepasan mencakup produk manufaktur, komoditas primer, dan produk kreatif.
Dengan demikian, struktur ekspor Indonesia tampak semakin beragam.
“Kegiatan ini melibatkan 31 perusahaan dengan nilai ekspor US$58,77 juta,”
ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan sinergi kebijakan pemerintah dan pelaku usaha.
Karena itu, penguatan ekosistem perdagangan terus didorong.
Selain itu, Budi mengajak UMKM memanfaatkan program UMKM BISA Ekspor.
Program ini di fasilitasi perwakilan perdagangan Indonesia di 33 negara.
Melalui business matching rutin, UMKM mendapat akses pasar global.
Hingga Januari–November, program ini mencatat transaksi US$134,4 juta.
“Program ini perlu dimanfaatkan UMKM dan pemerintah daerah untuk meningkatkan ekspor,”
ucap Budi Santoso.
Lebih lanjut, Budi mendorong pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional.
Sepanjang tahun ini, Indonesia menyelesaikan lima perundingan dagang.
Perjanjian tersebut melibatkan Uni Eropa, Kanada, Peru, Tunisia, dan Eurasia.
Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan 20 perjanjian perdagangan.
“Perjanjian ini membuka peluang pasar global yang lebih luas,”
jelas Budi Santoso.
Ia menegaskan pemerintah terus mendorong pemanfaatan seluruh fasilitas perdagangan.
Dengan demikian, kinerja ekspor nasional dapat terus meningkat.
“Mari manfaatkan peluang pasar yang telah dibuka dan jangan disia-siakan,”
imbuh Budi Santoso.
Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi menyampaikan laporan.
Ia menilai peserta mencerminkan keberagaman struktur ekspor Indonesia.
Produk yang dilepas meliputi komponen kendaraan listrik dan panel surya.
Selain itu, terdapat hasil laut, perkebunan, makanan olahan, dan dekorasi rumah.
Produk tersebut berasal dari UMKM hingga pelaku usaha besar.
Karena itu, pelepasan ini menunjukkan inklusivitas ekspor nasional.
“Kegiatan ini terwujud melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah,”
ujar Fajarini Puntodewi.
Ia menambahkan kegiatan didukung Export Center Kementerian Perdagangan.
Sinergi tersebut memperkuat komitmen daerah meningkatkan ekspor berkelanjutan.
Selanjutnya, Puntodewi menyebut tujuan ekspor mencakup lebih dari 20 negara.
Negara tujuan meliputi ASEAN, Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa.
Selain itu, ekspor menjangkau Afrika, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan Suriname.
Ekspor juga menyasar Equatorial Guinea dan Polinesia Prancis.
Melalui pelepasan ini, pemerintah berharap ekspor nasional terus terdongkrak.
Akhirnya, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat semakin diperkuat.
- Penulis: Husni
