Finis Runner-Up SEA Games 2025, Pengamat Ingatkan Indonesia Segera Fokus Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 20

Atlet panjat tebing Indonesia Puja Lestari berpose dengan medalinya usai upacara penghargaan pemenang (UPP) final speed klasik panjat tebing putri SEA Games 2025 di Bangkok Sport Climbing Center Sport Authority, Bangkok, Thailand, Sabtu (13/12/2025). Puja Lestari berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 7,33 detik, sedangkan medali perak diraih atlet Indonesia lainnya Susan Nur Hidayah dengan catatan waktu 8,22 detik dan medali perunggu diraih atlet Thailand Kanyanat Arsakit dengan catatan waktu 12,07 detik. (ANTARA FOTO)
PAStime News, JAKARTA – Pengamat olahraga nasional Fritz Simandjuntak mengingatkan seluruh pemangku kepentingan olahraga Indonesia untuk tidak terlena dengan capaian gemilang di SEA Games Thailand 2025 dan segera memfokuskan persiapan menuju ajang yang lebih tinggi, yakni Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028.
Indonesia menutup perhelatan SEA Games 2025 dengan prestasi membanggakan setelah finis di peringkat kedua klasemen akhir dan mengoleksi 91 medali emas, melampaui target awal 80 emas.
“Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada seluruh atlet Indonesia yang berhasil meraih 91 medali emas. Ini pencapaian yang sangat luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Fritz Simandjuntak saat dihubungi di Jakarta, Sabtu.
Meski demikian, Fritz menilai masih terdapat pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani, terutama pada cabang olahraga Olimpiade, khususnya cabang-cabang terukur yang menjadi tolok ukur prestasi global.
Ia menyoroti cabang renang, di mana Indonesia hanya mampu meraih tiga medali emas, sementara Singapura tampil dominan dengan torehan 14 medali emas. Menariknya, menurut Fritz, emas renang Indonesia justru diraih oleh atlet yang menjalani program latihan di dalam negeri.
“Kondisi ini perlu menjadi bahan evaluasi bersama. Kita harus serius membenahi sistem pembinaan, terutama untuk cabang Olimpiade,” tegasnya.
Fritz mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional untuk segera merealisasikan fasilitas pelatihan terpusat sebagaimana visi Presiden. Selain itu, ia menekankan pentingnya meningkatkan frekuensi kompetisi nasional dan internasional di dalam negeri dengan memaksimalkan pemanfaatan fasilitas eks Pekan Olahraga Nasional (PON).
Tak kalah penting, ia menilai pemusatan latihan nasional (pelatnas) menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade 2028 harus segera dimulai agar pembinaan atlet berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Di sisi lain, perjuangan kontingen Merah Putih di SEA Games 2025 tetap patut dicatat sebagai prestasi impresif. Raihan 91 medali emas bukan hanya melampaui target, tetapi juga menjadi perolehan emas terbanyak ketiga Indonesia saat berlaga di luar negeri sejak pertama kali mengikuti SEA Games pada 1977.
Catatan terbaik Indonesia saat tampil tandang masih terjadi pada SEA Games Kuala Lumpur 1989 dengan 102 medali emas, disusul SEA Games Manila 1991 dengan 92 emas. Prestasi di Thailand ini sekaligus menjadi yang terbaik dalam 32 tahun terakhir, melampaui raihan 88 emas pada SEA Games Singapura 1993.
Fritz berharap capaian ini menjadi momentum untuk memperkuat fondasi prestasi olahraga nasional agar Indonesia mampu bersaing lebih kompetitif di level Asia dan dunia.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
