Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Getaran Megathrust Terasa hingga Sumedang Jawa Barat
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 29

Gempa M 6,4 Guncang Pacitan, Getaran Megathrust Terasa hingga Sumedang Jawa Barat dok:(Istimewa)
PACITAN,PAStime News – Gempa bumi dangkal berkekuatan 6,4 magnitudo di wilayah selatan Jawa Timur menimbulkan getaran lintas provinsi, di rasakan warga Sumedang, dan dikonfirmasi BMKG sebagai gempa megathrust tanpa potensi tsunami.
Gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo mengguncang Pacitan, Jawa Timur, dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.06 WIB.
Selain itu, getaran gempa juga di rasakan warga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Warga melaporkan guncangan berlangsung singkat namun terasa jelas.
Selanjutnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat pusat gempa berada di laut.
Lokasi episenter terletak sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan.
BMKG mencatat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.
Koordinat gempa tercatat di 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur.
Meskipun tergolong gempa dangkal, BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Oleh karena itu, masyarakat di minta tetap tenang dan waspada.
Sementara itu, Yudianto, warga Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengaku merasakan getaran singkat.
Getarannya terasa relatif kecil dan hanya berlangsung beberapa detik.
Hal serupa disampaikan Deden Sadikin, warga Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.
Rumah sempat terasa bergerak, namun getarannya sangat cepat.
Lebih lanjut, laporan media nasional menyebutkan sejumlah bangunan warga di Pacitan mengalami kerusakan.
Sedikitnya satu teras rumah dan dua dapur warga di laporkan ambruk.
Di sisi lain, wilayah Sumedang sebelumnya juga mengalami aktivitas gempa lokal.
BMKG mencatat gempa magnitudo 2,7 mengguncang Tanjungsari dan Sukasaripada pada 30 Januari 2026.
Kemudian, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, memastikan jenis gempa Pacitan.
Gempa Pacitan ini merupakan jenis gempa megathrust.
Lebih lanjut, Daryono menjelaskan mekanisme gempa menunjukkan pergerakan naik dengan kedalaman dangkal.
Patut disyukuri gempa ini tidak mencapai magnitudo 7,0 karena berpotensi tsunami.
Selain itu, BMKG menyatakan gempa terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng.
Aktivitas tersebut berlangsung di zona selatan Pulau Jawa.
Sebagai catatan sejarah, Daryono mengingatkan tsunami pernah terjadi di Pacitan pada 4 Januari 1840.
Tsunami tersebut mengikuti gempa besar yang dirasakan luas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Akhirnya, BMKG mengimbau masyarakat tetap mengikuti informasi resmi dan menghindari kepanikan.
Pemerintah daerah terus memantau dampak gempa di wilayah terdampak.
- Penulis: Husni
