Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp49.850 per Kg, Telur Ayam Rp32.100
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 27

Ilustrasi - Komoditas telur ayam ras dijual pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sumber Fotot : ANTARA.
PAStime News, JAKARTA – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Sabtu pukul 11.00 WIB. Berdasarkan data tersebut, harga cabai rawit merah tercatat sebesar Rp49.850 per kilogram, sementara telur ayam ras berada di angka Rp32.100 per kilogram.
Selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga bawang merah sebesar Rp47.100 per kilogram dan bawang putih sebesar Rp40.900 per kilogram. Untuk komoditas beras, harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.450 per kilogram dan kualitas bawah II Rp15.050 per kilogram. Adapun beras kualitas medium I berada di harga Rp16.100 per kilogram dan kualitas medium II Rp15.800 per kilogram.
Sementara itu, harga beras kualitas super I tercatat Rp17.050 per kilogram dan beras kualitas super II sebesar Rp16.550 per kilogram. Pada komoditas cabai lainnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp41.700 per kilogram, cabai merah keriting Rp38.150 per kilogram, serta cabai rawit hijau Rp54.450 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp42.550 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi kualitas I berada di angka Rp141.900 per kilogram dan daging sapi kualitas II sebesar Rp134.550 per kilogram.
PIHPS juga mencatat harga gula pasir kualitas premium sebesar Rp20.100 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.200 per kilogram. Adapun harga minyak goreng curah tercatat Rp19.150 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp22.500 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp21.250 per liter.
Bank Indonesia melalui PIHPS terus memantau dan menyediakan informasi harga pangan strategis secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung pengendalian inflasi nasional.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
