Haru! Mahasiswi UPI yang Kehilangan Orang Tua dan Kakak Dibantu Total : Bebas UKT & Dukungan Psikososial
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 13

PAStime News, BANDUNG – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan komitmen penuh dalam mendampingi Olivia Yuliana, mahasiswi Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) angkatan 2024, yang menjadi korban bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Bencana yang terjadi pada Selasa (25/11) itu merenggut kedua orang tua dan dua kakak Olivia.
Informasi ini disampaikan oleh Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., Kepala Divisi Pengelolaan Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UPI, di Gedung DPPM UPI, Senin (01/12).
“Pagi tadi, Bapak Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FPOK, Dr. Dian Budiana, M.Pd., telah mendatangi mahasiswa untuk memastikan kondisinya dan memberikan dukungan awal,” ujar Sandey.
Sebagai wujud kepedulian institusi, UPI menetapkan kebijakan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulusbagi Olivia. Selain itu, UPI juga menyiapkan akomodasi di Asrama Putri untuk menjamin kenyamanan dan keamanan selama masa pemulihan.
“Ini perlu perhatian khusus agar pendidikannya tidak terhenti,” tambah Sandey.
Dalam pernyataan terpisah, Dr. Dian Budiana, M.Pd., menjelaskan bahwa Olivia saat ini tinggal bersama kerabatnya di Bojongsoang, Bandung, dalam kondisi terpantau dan didampingi secara intensif. Ia menuturkan, rumah keluarga korban di Palembayan mengalami kerusakan parah akibat terjangan material lumpur, batu, dan kayu saat sungai meluap.
“Secara mental Olivia berusaha tegar. Kami sudah bertemu langsung dan menyampaikan dukungan penuh. Ia tetap menunjukkan tekad kuat untuk menyelesaikan studi,” ungkap Dian.
UPI bersama fakultas dan Direktorat Kemahasiswaan kini tengah melakukan asesmen lanjutan untuk memetakan kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang yang diperlukan Olivia, termasuk dukungan psikologis, akademik, serta pendampingan administrasi. Pendataan juga dilakukan untuk memastikan apakah terdapat mahasiswa lain yang terdampak bencana serupa.
“Prioritas kami adalah stabilitas psikososial dan keberlanjutan pendidikan mahasiswa,” tegas Dian.
Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam menjadi salah satu kejadian dengan dampak terparah dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan korban jiwa serta kerusakan besar pada permukiman. Hingga rilis ini diterbitkan, seluruh jenazah keluarga inti Olivia telah ditemukan dan dimakamkan.
UPI memastikan bahwa dukungan akademik dan kemanusiaan akan terus diberikan melalui koordinasi lintas unit untuk membantu mahasiswa terdampak menjalani masa pemulihan dengan baik.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
