Indonesia Menuju Swasembada Energi, RDMP Balikpapan Jadi Pilar Utama Transformasi Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 35

Indonesia Menuju Swasembada Energi, RDMP Balikpapan Jadi Pilar Utama Transformasi Nasional dok:(Istimewa)
JAKARTA,PAStime News –
Peresmian RDMP Balikpapan menandai langkah strategis pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional, menekan impor BBM dan LPG, serta meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan dan terintegrasi.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada energi dalam lima hingga tujuh tahun mendatang.
Dengan demikian, ketergantungan impor BBM dan LPG secara bertahap dapat di hentikan.
Komitmen tersebut di sampaikan saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan Balikpapan di Kalimantan Timur.
Oleh karena itu, proyek ini menjadi simbol keseriusan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional.
Selain itu, semangat serupa di sampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia.
Ia menegaskan kemandirian energi menjadi agenda strategis bangsa dalam kerangka Asta Cita Presiden.
Hari ini RDMP Kilang Balikpapan di resmikan sebagai bagian dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Dengan beroperasinya kilang ini, ketergantungan impor BBM dan LPG dapat di kurangi secara signifikan.
Selain itu, produk energi berkualitas setara Euro V dapat di hasilkan dengan dampak lingkungan lebih rendah.
Sementara itu, proyek RDMP Balikpapan menelan investasi sekitar USD 7,4 miliar atau setara Rp123 triliun.
Melalui pembangunan ini, kapasitas produksi BBM meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
Kapasitas kilang naik dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari.
Dengan demikian, standar kualitas Euro V dapat diterapkan secara nasional.
Selain peningkatan kapasitas, kompleksitas kilang turut di perkuat secara teknis dan operasional.
Indeks Kompleksitas Kilang meningkat dari 3,7 menjadi 8 secara bertahap.
Lebih lanjut, nilai produk kilang meningkat menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.
Oleh sebab itu, efisiensi dan nilai tambah nasional semakin optimal.
Direktur Utama PT Pertamina Persero, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan RDMP bersifat terintegrasi hulu dan hilir.
Menurutnya, proyek ini di rancang untuk memperkuat rantai pasok energi nasional.
Proyek RDMP di awali pembangunan pipa Senipah sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku kilang.
Unit RFCC menjadi jantung proyek untuk mengolah residu menjadi produk bernilai lebih tinggi.
Selanjutnya, kapasitas produksi meningkat dengan kualitas lebih baik dan berstandar Euro V.
Dengan demikian, daya saing produk energi nasional semakin kuat.
Selain itu, proyek terintegrasi dengan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter.
Terminal tersebut mendukung distribusi energi ke kawasan Indonesia bagian timur.
Kemudian, fasilitas tangki penyimpanan di Lawe-Lawe turut di bangun secara strategis.
Tangki tersebut mampu menampung hingga dua juta barel BBM nasional.
Oleh karena itu, RDMP Balikpapan menjadi fondasi penting menuju kedaulatan energi Indonesia.
Dengan langkah ini, pemerintah mempercepat transformasi energi nasional secara berkelanjutan.
- Penulis: Husni
