Indosat Bikin Perusahaan Baru, Gandeng Grup Hashim dan Northstar
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 16

Indosat Bikin Perusahaan Baru (Dok. Istimewa)
JAKARTA, PAStime News – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk. membentuk perusahaan patungan penyedia koneksi fiber optik nasional.
Kolaborasi ini melibatkan Arsari Group dan Northstar Group sebagai mitra strategis.
Melalui langkah tersebut, Indosat mengalihkan aset serat optik senilai Rp14,6 triliun.
Dengan demikian, Indosat mengonversi aset tersebut menjadi kepemilikan 45 persen saham.
Selain itu, langkah ini menegaskan fokus Indosat pada bisnis inti telekomunikasi.
Secara khusus, perusahaan menargetkan peningkatan pengalaman pelanggan dan solusi digital terpadu.
Pembentukan perusahaan patungan fiber optik ini menandai strategi jangka panjang Indosat bersama mitra nasional untuk memperkuat infrastruktur digital, memperluas konektivitas, serta mendorong inklusi digital yang merata di seluruh Indonesia
CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha menegaskan pentingnya kolaborasi strategis.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital membutuhkan ambisi jangka panjang.
“Memberdayakan Indonesia membutuhkan kolaborasi kuat serta visi jangka panjang membangun infrastruktur digital nasional,”
ujar CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, Selasa (23/12/2025).
Lebih lanjut, Indosat mengadopsi pendekatan agile dan asset-light.
Pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan platform serat optik independen yang adaptif.
“Kemitraan ini memungkinkan kami membangun platform fiber bernilai tambah yang tangguh dan siap menghadapi kebutuhan masa depan,”
lanjut Vikram Sinha.
Sementara itu, Arsari Group menilai kolaborasi ini sebagai fondasi daya saing nasional.
Pandangan tersebut disampaikan Deputy CEO and COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo.
“Kami meyakini infrastruktur digital menjadi fondasi utama daya saing nasional dan inklusi digital,”
kata Aryo P.S. Djojohadikusumo.
Dalam rencana pengembangan, entitas baru mengoperasikan jaringan serat optik terintegrasi.
Jaringan tersebut membentang lebih dari 86 ribu kilometer secara nasional.
Selain backbone, jaringan mencakup kabel laut domestik dan akses menara telekomunikasi.
Dengan demikian, kawasan bisnis turut terhubung dalam satu platform terpadu.
Komposisi jaringan mencakup 45 persen di Pulau Jawa.
Sementara itu, 55 persen jaringan berada di luar Pulau Jawa.
Sebagai entitas independen, FiberCo menerapkan model open-access.
Oleh karena itu, berbagai penyedia layanan dapat memanfaatkan infrastruktur secara optimal.
Pada akhirnya, platform ini mempercepat pemerataan konektivitas dan inklusi digital nasional.
- Penulis: Husni
