Jakarta Siapkan Pesta Tahun Baru 2026 Termegah!! Bundaran HI Jadi Pusat Perayaan Meriah
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 17

PAStime News, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempersiapkan rangkaian acara untuk menyambut perayaan Natal dan malam pergantian tahun 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan bahwa pesta malam tahun baru tetap akan dipusatkan di Bundaran HI, seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk tahun baru, rencananya memang masih seperti yang dulu-dulu, dipusatkan di 2–3 tempat. Yang utama adalah di Bundaran HI, kemudian di Monas,” ujar Gubernur Pramono di Balai Kota DKI Jakarta.
Selain dua lokasi utama tersebut, terdapat pula usulan penambahan titik perayaan di Ancol serta Lapangan Banteng. Namun, Gubernur menegaskan bahwa keputusan final mengenai lokasi tambahan masih dalam tahap pembahasan.
Natal Dipastikan Lebih Semarak
Tak hanya fokus pada perayaan tahun baru, Pemprov DKI juga sedang mematangkan persiapan menyambut perayaan Natal. Gubernur Pramono menyampaikan bahwa ia tidak menginginkan perayaan Natal hanya terpusat pada satu acara besar, melainkan dibuat lebih meriah dan tersebar di berbagai titik.
Untuk itu, pusat perbelanjaan, area publik, dan lokasi keramaian diberi keleluasaan untuk menghadirkan dekorasi bertema Natal agar suasananya terasa lebih hidup.
Bahkan, masyarakat diizinkan untuk mengadakan kegiatan seni, termasuk bernyanyi di kawasan Sudirman hingga Gatot Subroto.
“Itu hal yang memang saya inginkan agar Jakarta menjadi lebih semarak, lebih menarik,” tegas Pramono.
Operasi Zebra Digelar Menjelang Natal dan Tahun Baru
Dalam rangka menjaga ketertiban lalu lintas selama masa libur Natal dan tahun baru, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kembali melaksanakan Operasi Zebra.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan bahwa operasi telah dimulai sejak 17 November dan akan berlangsung hingga 30 Desember 2025, serentak di seluruh wilayah Indonesia.
“Targetnya adalah menekan angka pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran yang disasar adalah pelanggaran kasat mata seperti penggunaan helm dan knalpot yang tidak sesuai,” jelas Komarudin.
Operasi ini akan menggunakan metode hunting system, yaitu patroli keliling untuk menemukan pelanggaran secara langsung, bukan razia stasioner.
“Nanti kita lihat jenis pelanggarannya, apakah cukup diberi teguran simpati atau harus ditilang,” tambahnya.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
