Jelang IPS 2025, Kemnaker Perkuat Strategi Produktivitas Nasional
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 25

Kemnaker Perkuat Strategi Produktivitas Nasional Jelang IPS 2025
JAKARTA, PAStime News – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memaparkan fokus peningkatan produktivitas nasional menjelang IPS 2025.
Selain itu, Kemnaker menggagas IPS 2025 bersama IATI ITB dan menyelenggarakannya melalui IDD.
Selanjutnya, IPS 2025 berperan sebagai forum kolaborasi lintas sektor strategis.
Dengan demikian, pemerintah, industri, akademisi, komunitas profesi, dan organisasi internasional terlibat aktif.
Lebih lanjut, Yassierli menegaskan inisiatif ini lahir dari sinergi banyak pemangku kepentingan.
Di antaranya, Kemnaker melibatkan IATI ITB, komunitas HR, APO, Yayasan Astra, UI, dan BNSP.
Selain itu, Yassierli menyampaikan tiga fokus utama program produktivitas nasional tahun depan.
“Pertama, penyiapan SDM untuk sertifikasi Ahli Produktivitas.
Kedua, pembangunan klinik produktivitas di balai pelatihan Kemnaker,” ujar Yassierli.
Selanjutnya, Kemnaker mengoperasikan klinik produktivitas untuk mendukung perusahaan skala menengah.
Selain itu, Kementerian Perindustrian turut memberikan dukungan teknis.
Kemudian, Yassierli menegaskan peningkatan produktivitas memerlukan strategi top down dan bottom up.
Dengan kata lain, kedua pendekatan tersebut harus berjalan saling melengkapi.
Sementara itu, Yassierli mengakui produktivitas Indonesia masih berada di bawah Vietnam.
Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan kebijakan jangka pendek berbasis strategi top down.
Lebih lanjut, Yassierli menyebut hilirisasi dan industrialisasi sebagai langkah percepatan produktivitas.
“Program Kemnaker berfokus pada strategi bottom up.
Pendekatan ini memperkuat kualitas tenaga kerja dan kinerja perusahaan,” kata Yassierli.
Selain agenda produktivitas, Yassierli juga menanggapi isu pertemuan dengan serikat pekerja.
Selanjutnya, pemerintah membenarkan pembahasan kasus perusahaan di Kalimantan.
Kemudian, pemerintah akan memanggil manajemen perusahaan untuk klarifikasi lanjutan.
Selain itu, pemerintah mengecek perkembangan proses mediasi yang telah berjalan.
Yassierli menjelaskan jumlah pekerja terdampak sekitar 20 orang.
Akhirnya, IPS 2025 diharapkan memperkuat ekosistem produktivitas menuju Indonesia Emas 2045.
- Penulis: Husni
