Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Lapas Wahai Perkuat Keamanan melalui Razia Humanis Bersama TNI
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 16

Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Lapas Wahai Perkuat Keamanan melalui Razia Humanis Bersama TNI
WAHAI,PAStime News –
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus meningkatkan kesiapsiagaan keamanan dengan mengintensifkan razia blok hunian. Pada Senin (22/12) malam, Lapas Wahai menggelar kegiatan “One Week One Raid” bersama unsur TNI dari Koramil 1502-05 Wahai dengan mengedepankan pendekatan humanis.
Petugas melaksanakan razia untuk menciptakan suasana aman, nyaman, dan kondusif, khususnya bagi Warga Binaan yang akan merayakan Natal. Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan komunikasi persuasif dan sikap santun agar Warga Binaan tetap merasa di hargai.
Razia Humanis Jaga Kekhusyukan Natal dan Stabilitas Keamanan Lapas
Dalam penggeledahan blok hunian, tim gabungan menemukan satu silet, satu baterai, dan enam korek api. Petugas segera mengamankan barang-barang tersebut untuk proses tindak lanjut sesuai ketentuan. Petugas juga memastikan tidak menemukan narkoba maupun alat komunikasi ilegal, sejalan dengan Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto dalam pemberantasan narkoba.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa penguatan keamanan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak beribadah Warga Binaan.
“Tujuan utama kami bukan menekan, melainkan memastikan saudara-saudara kita dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, tenang, dan nyaman. Kami menjaga kekhusyukan Natal dengan memastikan lingkungan tetap bersih dari benda terlarang,” tegas Tersih.
Ia menjelaskan bahwa Lapas Wahai menerapkan razia humanis melalui komunikasi, edukasi, dan pendekatan persuasif agar Warga Binaan memahami pentingnya menjaga ketertiban bersama.
“Kami membangun ketertiban dari kesadaran, bukan dari rasa takut. Terlebih pada momen sakral Natal, kondusivitas menjadi tanggung jawab bersama,” jelasnya.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lapas Wahai, Usman Bakri, memastikan seluruh personel bertindak persuasif untuk menjaga stabilitas psikologis Warga Binaan.
“Kami tetap fokus mensterilkan blok hunian dari barang terlarang dengan cara santun agar tidak memicu resistensi,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari unsur TNI. Serka Hamim Baadia dari Koramil 1502-05 Wahai menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Keamanan Lapas merupakan bagian dari keamanan wilayah. Karena itu, kami mendukung langkah preventif agar suasana menjelang Nataru tetap aman dan terkendali,” ungkapnya.
Perwakilan Warga Binaan, AM, selaku kepala blok, menyampaikan apresiasi atas langkah Lapas Wahai dalam menciptakan rasa aman menjelang Natal.
“Kami mendukung upaya ini karena kami ingin merayakan Natal dengan khidmat, penuh sukacita, dan tanpa gangguan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan dukungan moril sekaligus instruksi tegas kepada seluruh jajaran agar tetap siaga selama masa Nataru.
“Keamanan merupakan harga mati, namun petugas harus tetap menghormati harkat dan martabat Warga Binaan. Tingkatkan kewaspadaan, lakukan kontrol rutin, dan berikan pelayanan terbaik agar Nataru berlangsung damai,” pesannya.
Melalui razia humanis ini, Lapas Wahai menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sekaligus memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan. Lapas Wahai berharap Nataru 2025/2026 dapat berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan kondusif.
- Penulis: Husni
