Breaking News
light_mode
Popular Tags
Beranda » Pemasyarakatan » Jeruji Tak Batasi Kreasi: Budidaya Lele Lapas Atambua Dipuji

Jeruji Tak Batasi Kreasi: Budidaya Lele Lapas Atambua Dipuji

  • account_circle mamang
  • calendar_month
  • visibility 41

PAStime News, AtambuaLembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua kembali tunjukkan komitmennya dalam membina Warga Binaan melalui program yang inovatif. Inovasi terbaru adalah program budidaya ikan lele yang secara resmi di luncurkan dengan penaburan benih perdana oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga, Anggiat Napitupulu, di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Atambua, Selasa (16/9).

Menurut Kalapas Atambua, Bambang Hendra Setyawan, budidaya lele di pilih karena prospek pasar menjanjikan, perawatan mudah, dan minim lahan. Inovasi ini sejalan dengan arahan pimpinan untuk menjadikan Lapas sebagai pusat pembinaan yang produktif, bukan sekadar tempat hukuman.

Hendra menambahkan program ini merupakan salah satu implementasi dari Program Akselerasi untuk memberdayakan Warga Binaan secara ekonomi. “Budidaya lele telah di persiapkan secara matang dengan melibatkan Warga Binaan yang akan aktif bekerja di dalam tembok Lapas, mulai dari pembuatan kolam hingga persiapan media budidaya. Selanjutnya, Warga Binaan akan di dampingi Ketua Kelompok Kerja bagaimana membudidayakan lele yang baik,” terang Hendra.

Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri, Anggiat Napitupulu, mengapresiasi langkah inovatif yang di lakukan Lapas Atambua. Program pembinaan ini fokus pada kemandirian Warga Binaan sebagai bekal berwirausaha dan kontribusi pada ketahanan pangan nasional.

“Ini adalah contoh konkret bagaimana Lapas bertransformasi menjadi tempat pembinaan yang produktif. Program budidaya lele adalah salah satu inovasi yang  unggul dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan yang bernilai ekonomis dan edukatif bagi Warga Binaan, serta keterampilan yang di dapatkan akan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” pujinya.

Kegiatan ini turut di hadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Arvin Gumilang, dan Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II TPI Atambua, Putu Agus Eka Putra, beserta rombongan. Program budidaya lele menegaskan peran Lapas Atambua sebagai lembaga pembinaan sekaligus pengembang SDM dan pendukung ketahanan pangan nasional.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri berkeliling meninjau berbagai fasilitas, mulai dari dapur sehat dan klinik hingga blok hunian. Selanjutnya, dalam pertemuan yang di hadiri seluruh petegas Lapas Atambua dan Kanim Atambua, Anggiat menekankan pentingnya reformasi birokasi sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel. Ia memberikan apresiasi atas kinerja petugas yang telah berupaya maksimal dalam menjalankan tugas mereka di wilayah perbatasan.

Anggiat juga terkesan dengan produk-produk UMKM yang di hasilkan Warga Binaan, salah satunya keripik pisang. “Saya tahu di Atambua terkenal dengan pisang gepoknya. Di Lapas ini di jual Rp10.000 per bungkus, tapi saya berani membelinya dengan harga Rp25.000 per bungkus,” ujarnya penuh semangat.

Kunjungan ini di harapkan memotivasi petugas Lapas dan Imigrasi Atambua untuk terus berinovasi dan bersinergi sesuai visi misi Kementerian.

Dalam kunjungannya tersebut, Staf Ahli Menteri juga melakukan panen bibit kangung bersama jajaran Lapas Atambua. Penanaman bibit kangkung ini telah di mulai sejak tiga pekan lalu oleh 10 Warga Binaan Asimilasi luar dan di kawal langsung oleh Kepala subseksi Kegiatan Kerja mulai dari penanaman bibit, perawatan, hingga akhirnya dapat di panen.

Salah satu Warga Binaan bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa senang bisa ikut berkebun dan berkontribusi dalam program ketahanan pangan yang menjadi prioritas pemerintah. Selain memberi keterampilan di bidang pertanian, kegiatan ini membuat kami merasa produktif dan berguna, meskipun berada di Lapas,” ungkapnya.

Program ketahanan pangan di Lapas Atambua perlu terus di kembangkan agar Warga Binaan memiliki keterampilan wirausaha setelah bebas.

  • Penulis: mamang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapas Namlea dan Bapas Ambon Kolaborasi Percepat Reintegrasi

    Lapas Namlea dan Bapas Ambon Kolaborasi Percepat Reintegrasi

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 42
    • 0Komentar

    PAStime News, Namlea – Untuk mengatasi overkapasitas, Lapas Kelas III Namlea mempercepat program reintegrasi sosial. Program ini digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, sebagai solusi menyeluruh atas persoalan overcrowding. Sebagai langkah konkret, Lapas Namlea mempercepat proses pengusulan reintegrasi sosial. Mereka menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ambon untuk melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan (litmas) pada […]

  • Lapas Purwokerto Gelar Pelatihan SRIKANDI & Tata Naskah Dinas

    Lapas Purwokerto Gelar Pelatihan SRIKANDI dan Tata Naskah Dinas

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 62
    • 0Komentar

    PAStime News, Purwokerto – Pelatihan teknis aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di adakan di Aula Rupanaya. Acara ini juga mencakup sosialisasi tata naskah dinas dan kode klasifikasi arsip terbaru. Lapas Kelas IIA Purwokerto menyelenggarakan kegiatan ini. Sebagai pembuka, Kepala Lapas, Aliandra Harahap, memberikan sambutan. Selain itu, pejabat struktural serta pegawai Lapas ikut serta […]

  • Telkomsel Tampilkan 6 Inovasi AI Terbaru di KSTI 2025 7-9 Agustus 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB) (Dok.Istimewa)

    Telkomsel Tampilkan 6 Inovasi AI Terbaru di KSTI 2025

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 52
    • 0Komentar

    PAStime News, Bandung  – Telkomsel menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan kemajuan bangsa melalui partisipasinya dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025, yang berlangsung pada 7-9 Agustus 2025 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Presiden RI membuka konvensi strategis untuk menyinergikan teknologi, industri, dan kebijakan demi visi Indonesia Emas 2045 dan misi Asta Cita. KSTI Indonesia […]

  • Panen Jagung dan Terong Lapas Tabanan Tegaskan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Nyata Ketahanan Pangan Nasional (Dok. Istimewa)

    Panen Jagung dan Terong Lapas Tabanan Tegaskan Keberhasilan Pembinaan Kemandirian dan Dukungan Nyata Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Husni
    • visibility 20
    • 0Komentar

    TABANAN, Pastime News – Pertama, Lapas Kelas IIB Tabanan kembali menyelenggarakan panen jagung dan terong pada hari Selasa, 13 Januari. Kegiatan ini menunjukkan kelanjutan dan keberhasilan program ketahanan pangan, sekaligus membantu pembinaan kemandirian Warga Binaan. Panen berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi Kebun Lapas Tabanan, sesuai dengan prosedur yang tertib dan produktif. Kegiatan ini juga […]

  • Makna Idul Adha di Lapas Wonogiri: Pengorbanan dan Harapan dari Balik Jeruji

    Makna Idul Adha di Lapas Wonogiri: Pengorbanan dan Harapan dari Balik Jeruji

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 66
    • 0Komentar

    PAStime News, Wonogiri – Suasana penuh kekhusyukan terasa di Masjid Al-Hidayah, Lapas Kelas IIB Wonogiri, Jumat pagi (6/6), saat seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas mengikuti Sholat Idul Adha 1446 H. Ibadah ini menjadi momen refleksi spiritual dan pengingat pengorbanan di tengah keterbatasan bagi warga binaan. Ustaz Himawan Robert Saputro dari Kementerian Agama Kabupaten […]

  • Bahas Transfer Napi hingga Visa Wisatawan, Pertemuan Indonesia–Jepang Jadi Sorotan

    Bahas Transfer Napi hingga Visa Wisatawan, Pertemuan Indonesia–Jepang Jadi Sorotan

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Ghiffary Alfiansyach
    • visibility 19
    • 0Komentar

    PAStime News, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan bahwa Indonesia terbuka untuk mempertimbangkan opsi transfer narapidana asal Jepang apabila terdapat permintaan resmi dari Pemerintah Jepang. Dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin Mitsuru, Yusril mengungkapkan bahwa saat ini terdapat dua […]

expand_less