Breaking News
light_mode
Popular Tags
Beranda » Pemasyarakatan » Kafe Rindu Rumah: Inisiatif Lapas Tulungagung Mendukung Reintegrasi Mantan Warga Binaan

Kafe Rindu Rumah: Inisiatif Lapas Tulungagung Mendukung Reintegrasi Mantan Warga Binaan

  • account_circle mamang
  • calendar_month
  • visibility 55

PAStime News, Tulungagung – Lapas Kelas IIB Tulungagung menghadirkan inovasi baru dalam mendukung reintegrasi sosial mantan warga binaan dengan membuka sebuah kafe bertema warisan, bernama “Rindu Rumah”. Kafe ini resmi beroperasi sejak awal Mei 2025 dan berlokasi strategis di Jalan Ahmad Yani Timur No. 76, tepat di depan Kantor Pemkab Tulungagung.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Doni Galih Sulistyo, mengatakan, Kafe Rindu Rumah menempati halaman bekas rumah dinas Kepala Lapas yang di bangun pada era kolonial Belanda.

Bangunan tua yang kini di fungsikan sebagai galeri tersebut sebelumnya di nilai kurang layak huni. Rencananya, rumah dinas itu akan disulap menjadi ruang pamer hasil karya warga binaan dan dokumentasi sejarah tentang penjara di Tulungagung.

“Tempat ini adalah bagian dari aset Lapas. Halaman kami manfaatkan sebagai area kafe, dan bangunannya sendiri akan di gunakan untuk galeri. Galeri ini akan menampilkan karya para warga binaan serta arsip foto penjara dari masa lampau,” ungkap Doni Galih Sulistyo.

Lebih dari sekedar tempat nongkrong, Kafe Rindu Rumah juga mengusung misi sosial.  “Memang kami siapkan tempat ini agar bisa menjadi sarana berkelanjutan bagi mantan warga binaan. Ketika mereka ingin bebas, kami menawarkan untuk bekerja di sini, untuk melanjutkan hidup,” tambah Doni.

Mengangkat tema arsitektur kuno, kafe ini menawarkan suasana yang unik, menyatu dengan nuansa sejarah yang kental. Pengunjung dapat menikmati kopi sambil menjelajah galeri seni dan sejarah di bekas kompleks pemasyarakatan.

Lapas Tulungagung memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial. Sebelum tahun 1954, penjara Tulungagung terletak di pusat kota, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Timur, lokasi yang kini menjadi kantor Bea Cukai. Pada tahun yang sama, penjara di pindahkan ke Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, sekitar dua kilometer dari pusat kota.

Perubahan besar terjadi pada 27 April 1954 ketika sistem masyarakat Indonesia resmi menggantikan sistem penjara lama. Penjara Tulungagung pun berubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan (LP). Selanjutnya, pada 28 Februari 1985 berubah menjadi Rumah Tahanan Negara (Rutan), lalu pada 10 April 2000 menjadi Lapas Kelas IIB hingga sekarang.

Dibukanya Kafe Rindu Rumah menunjukkan kepedulian Lapas Tulungagung dalam pembinaan warga binaan sekaligus menyediakan ruang kreatif untuk membantu mereka kembali ke masyarakat.

  • Penulis: mamang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Kreatif, Warga Binaan Lapas Ambon Kembangkan Keripik Pisang Aneka Rasa

    Kolaborasi Kreatif, Warga Binaan Lapas Ambon Kembangkan Keripik Pisang Aneka Rasa

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Husni
    • visibility 27
    • 0Komentar

    AMBON,PAStime News – Aroma gurih dan renyah memenuhi ruang kegiatan kemandirian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon, Selasa (16/12). Di dapur sederhana tersebut, semangat kolaborasi tampak nyata saat Warga Binaan bersama peserta Program Magang Nasional mengolah 5 kilogram pisang mengkal menjadi 35 bungkus keripik pisang aneka rasa, balado dan cokelat. Kegiatan ini […]

  • Lapas Kelas IIA Palu perkuat ketahanan pangan nasional dengan kegiatan pertanian mandiri, mendukung 13 Asta Cita Pembangunan Nasional. (Dok: Humas Lapas Palu)

    Lapas Palu Panen Kangkung & Labu: Bukti Nyata Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PAStime News, Palu – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang selaras dengan 13 Asta Cita Pembangunan Nasional. Melalui kegiatan pertanian, Lapas Palu berupaya mewujudkan salah satu poin penting Asta Cita, yaitu kemandirian pangan yang berkelanjutan. Rabu (24/09). Kali ini, kegiatan panen sayuran kangkung dan labu […]

  • Lapas Cipinang tata ulang area bermain anak demi kenyamanan dan keamanan pengunjung, khususnya anak-anak. (Web; Ditjenpas)

    Tingkatkan Layanan, Lapas Cipinang Percantik Area Bermain Anak

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 37
    • 0Komentar

    PAStime News, Jakarta – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan luar biasa bagi masyarakat. Terbaru, Lapas Cipinang menata ulang area bermain anak di ruang tunggu kunjungan dan kantin sebagai bentuk kepedulian terhadap kenyamanan keluarga pengunjung, khususnya anak-anak. Petugas melakukan pembersihan, pengecekan fasilitas, hingga memperbaiki mainan yang rusak agar area […]

  • Lapas Perempuan Ambon Tingkatkan Pembinaan Spiritual Warga Binaan Melalui Peringatan Isra Mikraj dan Khatam Al-Qur’an yang Berkelanjutan

    Lapas Perempuan Ambon Tingkatkan Pembinaan Spiritual Warga Binaan Melalui Peringatan Isra Mikraj dan Khatam Al-Qur’an yang Berkelanjutan

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Husni
    • visibility 22
    • 0Komentar

    AMBON,PAStime News – Kegiatan keagamaan di Lapas Perempuan Ambon ini menjadi sarana pembinaan spiritual, penguatan keimanan, dan pengembangan karakter bagi Warga Binaan secara berkelanjutan dan humanis. Lapas Perempuan Kelas III Ambon menggelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. dan Khatam Al-Qur’an.Kegiatan berlangsung di Aula Lapas untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan nilai spiritual Warga Binaan. Seluruh […]

  • GPM Bethsan Kunjungi Lapas Wahai, Perkuat Iman Warga Binaan

    Lapas Wahai Terima Kunjungan Pastoral GPM Bethsan, Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan Kristiani

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle mamang
    • visibility 23
    • 0Komentar

    PAStime News, Maluku — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan spiritual dan mental Warga Binaan, khususnya bagi yang beragama Kristen. Pada Rabu (12/11), Lapas Wahai menerima kunjungan Tim Pastoral dari Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Bethsan Wahai sebagai bagian dari program pelayanan triwulan. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Pendeta Elchris […]

  • Lapas Batang Bagikan Premi untuk Warga Binaan, Dorong Kemandirian dan Semangat Kerja

    Lapas Batang Bagikan Premi untuk Warga Binaan, Dorong Kemandirian dan Semangat Kerja

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Ghiffary Alfiansyach
    • visibility 37
    • 0Komentar

    PAStime News, BATANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Batang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembinaan kemandirian Warga Binaan dengan memberikan premi sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan kedisiplinan dalam mengikuti program pembinaan, Rabu (17/12). Penyerahan premi yang berlangsung di Aula Lapas Batang tersebut diberikan kepada Warga Binaan yang dinilai menonjol dalam berbagai kegiatan pembinaan […]

expand_less