Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah Perkuat Reintegrasi Sosial Melalui Wisuda Pendidikan Formal Warga Binaan Berbasis Intelektual dan Spiritual Berkelanjutan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 26

Kanwil Ditjenpas Jawa Tengah Perkuat Reintegrasi Sosial Melalui Wisuda Pendidikan Formal Warga Binaan Berbasis Intelektual dan Spiritual Berkelanjutan (Dok. Istimewa)
Kolaborasi Lapas Purwokerto dan STTAI Tegaskan Komitmen Pendidikan Formal sebagai Instrumen Perubahan Perilaku dan Pembentukan Karakter Warga Binaan
Pada kesempatan yang sama, kegiatan berjalan dengan baik dan di hadiri oleh pejabat struktural dari Kanwil Dtjenpas Jawa Tengah.
Hadir pula Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Ina Purnaningati Saputro, serta Kepala Lapas Purwokerto, Aliandra Harahap.
Selain itu, jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-Karesidenan Banyumas turut memperkuat nilai kolaborasi dalam kegiatan tersebut.
Tak kalah penting, perwakilan pimpinan STTAI hadir sebagai otoritas akademik dalam prosesi wisuda resmi tersebut.
Selain itu, Mardi Santoso menghargai usaha keras Warga Binaan yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka meskipun sedang menjalani masa pidana.
Ia menegaskan bahwa prestasi akademik harus menjadi titik balik dalam membentuk karakter dan membangun perilaku positif yang berkelanjutan.
“Sebagai pendidikan, ini seharusnya menjadi awal bagi seseorang untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menjadi teladan ketika kembali ke masyarakat,” tegas Mardi Santoso.
Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Akademik STTAI, Dr. Yohannes Agus menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak bagi seluruh warga negara.
Menurutnya, kendala ruang tidak harus menghambat pertumbuhan intelektual dan spiritual warga binaan.
“Kami berkomitmen untuk memfasilitasi warga binaan yang memiliki semangat belajar,” ujarnya.
Di sisi lain, perwakilan wisudawan dan DEA menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang di berikan untuk mengikuti pendidikan tinggi di Lapas.
“Kesempatan ini memberi harapan dan meningkatkan kepercayaan diri untuk masa depan yang lebih baik,” kata DEA.
Lebih jauh, hadirnya para Kepala UPT menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama antarunit Pemasyarakatan di Banyumas.
Oleh karena itu, kerja sama pendidikan formal ini di harapkan dapat berlangsung secara terus menerus dan dapat di ukur.
Dengan bantuan Kanwil Dtjenpas Jawa Tengah, program ini membantu Warga Binaan kembali ke masyarakat dengan cara yang bermartabat.
Akhirnya, program pembinaan ini memberikan bekal kepada lulusan dengan kemampuan intelektual, kekuatan spiritual, serta sikap sosial yang berkelanjutan.


- Penulis: Husni
