Kemenkes Catat 74 Kasus Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia, Tren Nasional Terus Menurun
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Kemenkes Catat 74 Kasus Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia, Tren Nasional Terus Menurun (Dok. Istimewa)
JAKARTA, Pastime News – Kementerian Kesehatan mencatat adanya 74 kasus influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia.
Data tersebut dikumpulkan mulai dari 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026.
Selain itu, kasus ini menyebar di 13 provinsi yang berbeda.
Kementerian Kesehatan menegaskan influenza A(H3N2) subclade K merupakan virus musiman yang terpantau menurun, sehingga masyarakat diminta tetap waspada tanpa panik berlebihan
Selanjutnya, Kemenkes melakukan pemeriksaan terhadap 204 spesimen influenza A(H3N2) secara nasional.
Hasilnya menunjukkan bahwa provinsi dengan kasus terbanyak adalah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Kedua provinsi tersebut masing-masing mencatat 18 kasus.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr Prima Yosephine, menjelaskan bahwa virus H3N2 bukanlah virus baru.
Menurutnya, virus ini termasuk jenis influenza musiman yang biasa beredar setiap tahun.
Selain itu, virus ini telah lama terpantau di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Ia menambahkan bahwa pada pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K terlapor di 80 negara.
Di Indonesia, kasus pertama terdeteksi pada minggu ke-36 tahun 2025.
Namun, pemantauan nasional menunjukkan bahwa tren kasus terus menurun.
Lebih lanjut, dr Prima menyampaikan bahwa puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025.
Sejak itu, jumlah kasus mulai menurun secara konsisten sejak minggu ke-44.
Sampai dengan minggu ke-52 tahun 2025, tidak ditemukan penambahan kasus baru.
Selain itu, mayoritas pasien hanya mengalami gejala ringan hingga sedang.
Sebagian besar pasien dapat pulih secara mandiri tanpa mengalami komplikasi serius.
Sementara itu, kasus berat biasanya muncul pada kelompok berisiko tinggi.
Kelompok berisiko meliputi lansia dan individu yang menderita penyakit penyerta.
Menurut dr Prima, kematian umumnya terkait dengan kondisi medis yang memperparah penyakit.
Pada kondisi seperti ini, infeksi dapat memicu kondisi kesehatan yang semakin memburuk.
Oleh karena itu, Kemenkes terus memperkuat surveilans influenza di seluruh negeri.
Upaya ini mencakup fasilitas kesehatan, rumah sakit, dan pintu masuk negara.
Selain itu, Kemenkes juga melakukan pemeriksaan laboratorium serta analisis genom virus.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memakai masker apabila sedang sakit.
Kemenkes juga mendorong vaksinasi influenza tahunan bagi kelompok berisiko.
Sebaran Kasus Influenza A(H3N2) Subclade K di 13 Provinsi
Jawa Timur – 18 kasus
Kalimantan Selatan – 18 kasus
Jakarta – 11 kasus
Jawa Barat – 10 kasus
Sumatera Selatan – 5 kasus
Sumatera Utara – 3 kasus
Bali – 2 kasus
Nusa Tenggara Timur – 2 kasus
Jawa Tengah – 1 kasus
Nusa Tenggara Barat – 1 kasus
Sulawesi Selatan – 1 kasus
Sulawesi Utara – 1 kasus
Yogyakarta – 1 kasus
- Penulis: Husni
