Khataman Al-Qur’an di Lapas Narkotika Muara Sabak Teguhkan Pembinaan Kerohanian Warga Binaan
- account_circle Husni
- calendar_month
- visibility 23

Khataman Al-Qur’an di Lapas Narkotika Muara Sabak Teguhkan Pembinaan Kerohanian Warga Binaan dok:(Istimewa)
MUARASABAK,PAStime News – Melalui pembinaan ke agamaan berkelanjutan,Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak menegaskan komitmen membangun karakter,akhlak,dan keimanan Warga Binaan sebagai bekal reintergrasi sosial.
Suasana religius menyelimuti Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak pada Selasa, 20 Januari.
Selain itu, Warga Binaan berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an melalui pembinaan kerohanian berkelanjutan.
Selanjutnya, pihak Lapas mengemas momen bermakna tersebut dalam acara khataman Al-Qur’an khusus.
Lebih lanjut, Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, M. Askari Utomo, memimpin langsung kegiatan tersebut.
Kemudian, jajaran struktural serta petugas Lapas turut hadir mendukung kegiatan pembinaan.
Dengan demikian, kehadiran pimpinan memperkuat semangat Warga Binaan menjalani pembinaan keagamaan.
Pada kesempatan itu, Askari menegaskan khataman Al-Qur’an mencerminkan keberhasilan pembinaan kepribadian.
Selain itu, kegiatan ini menunjukkan kesungguhan Warga Binaan memperdalam nilai keagamaan.
Oleh karena itu, Lapas terus mendorong pembinaan spiritual secara konsisten dan terarah.
Pernyataan Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, M. Askari Utomo:
Khataman Al-Qur’an bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata keberhasilan pembinaan kepribadian.
Oleh sebab itu, kami berharap nilai Al-Qur’an menjadi pedoman selama pembinaan dan setelah kembali ke masyarakat.
Sementara itu, Warga Binaan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan penuh kekhusyukan.
Selanjutnya, mereka membaca ayat suci Al-Qur’an dan melaksanakan doa bersama.
Dengan begitu, kegiatan ini menjadi simbol refleksi, perubahan diri, dan penguatan keimanan.
Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat komitmen Warga Binaan memperbaiki akhlak selama masa pembinaan.
Selain itu, pembinaan keagamaan membantu membentuk sikap positif dan ketenangan batin.
Karena itu, Lapas menempatkan pembinaan spiritual sebagai prioritas pembinaan kepribadian.
Pernyataan Warga Binaan berinisial YD:
Khataman Al-Qur’an menjadi momen sangat berarti bagi kami.
Selain menenangkan hati, kegiatan ini memotivasi kami terus memperbaiki diri ke depan.
Akhirnya, kegiatan khataman Al-Qur’an di tutup dengan doa bersama penuh haru.
Selanjutnya, doa tersebut mengiringi harapan keteguhan iman bagi seluruh Warga Binaan.
Dengan demikian, Lapas berharap mereka menjalani kehidupan lebih baik setelah masa pembinaan.
- Penulis: Husni
