Kolaborasi Penting! Lapas Brebes dan BPBD Siaga 24 Jam Hadapi Potensi Darurat Nataru
- account_circle Ghiffary Alfiansyach
- calendar_month
- visibility 17

PAStime News, BREBES – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Brebes meningkatkan kesiapsiagaan melalui koordinasi strategis dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes. Pertemuan dilaksanakan pada Senin (8/12) dengan dipimpin jajaran pengamanan, termasuk Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Adkamtib), dan tim pengamanan lainnya.
Koordinasi ini merupakan langkah tindak lanjut atas Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-42.OT.02.02 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya deteksi dini, respons cepat, serta pengendalian situasi selama periode Nataru yang rawan potensi kedaruratan dan gangguan keamanan.
Rombongan Lapas Brebes diterima langsung oleh jajaran BPBD Brebes. Diskusi berlangsung intens, membahas sinergi penanganan bencana, kesiapan menghadapi kondisi darurat, serta strategi mitigasi yang perlu diperkuat pada lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Brebes, Gowim Mahali, menegaskan bahwa kolaborasi lintas instansi menjadi elemen penting untuk memastikan keamanan dan ketertiban pada momen akhir tahun.
“Sesuai arahan pimpinan, kami ingin memastikan seluruh potensi gangguan dapat diminimalkan sejak dini. Sinergi dengan BPBD Brebes sangat vital, terutama dalam menghadapi potensi bencana dan kondisi darurat menjelang Nataru,” ujarnya.
Peningkatan kesiapan internal juga terus dilakukan, salah satunya melalui penguatan kemampuan personel pengamanan. Kepala KPLP Lapas Brebes, Mohammad Ziun, menekankan bahwa soliditas komunikasi menjadi kunci keberhasilan respons situasi darurat.
“Kesiapsiagaan membutuhkan koordinasi berkelanjutan. Kami siap menjalankan arahan Dirjenpas dengan memperkuat deteksi dini dan respons lapangan secara efektif,” tegasnya.
Dari pihak BPBD, Agung Kurniawan memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif Lapas Brebes dalam memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana.
“Kami menyambut baik inisiatif Lapas Brebes. Lingkungan Pemasyarakatan membutuhkan standar kesiapsiagaan tinggi. BPBD siap mendukung melalui pelatihan, pendampingan teknis, dan respons darurat bila diperlukan,” ungkapnya.
BPBD Brebes juga menyampaikan rencana tindak lanjut berupa pengecekan instalasi keselamatan, pelaksanaan simulasi kebencanaan, serta penguatan jalur komunikasi antarinstansi untuk meningkatkan mitigasi terpadu.
Dengan kolaborasi yang semakin solid, Lapas Brebes berharap pengamanan Nataru 2025/2026 berjalan lebih aman, terstruktur, dan responsif—baik bagi Warga Binaan, petugas, maupun masyarakat sekitar. Upaya ini menjadi bagian nyata dari komitmen Lapas Brebes dalam menjaga stabilitas dan kesiapsiagaan di wilayah Kabupaten Brebes.
- Penulis: Ghiffary Alfiansyach
